HARLAH NU (Nahdhatul Ulama)

Masih dengan guyuran hujan bumi Darunnajah menyambut hari, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangat anak-anak Marchingband Darunnajah yang akan berangkat menuju Senayan guna ikut menyemarakkan hari lahirnya Nahdhatul Ulama (NU) yang berlangsung pada hari Minggu bertepatan dengan tanggal 3 Februari 2008. Terlihat keramaian santriwati Marchingband yang menembus rintik hujan di waktu Shubuh. Semangat menggebu di raut wajah mereka karena ingin menampilkan yang terbaik dan membawa nama besar Pondok Pesantren Darunnajah.

 Tapi sebagaimana halnya yang sudah kita ketahui bahwasanya Darunnajah berdiri di atas dan untuk semua golongan. Tanpa ada maksud memihak dan membela siapa dan apapun Marchingband Darunnajah akan tampil memeriahkan hari lahir (harlah) NU yang ke-82. Darunnajah memenuhi undangan yang diberikan dan  sebagai syi'ar Agama juga sebagai syi'ar Pondok Pesantren Darunnajah. Dan ini juga merupakan sarana untuk mempererat tali silaturahmi.  

Tidak pernah ada maksud apa-apa dari tulisan ini hanya untuk meng-clear-kan agar tidak pernah ada anggapan-anggapan buruk tentang Darunnajah. Dan bahwasanya pondok ini tetap berdiri di atas dan untuk semua golongan. Semoga dengan adanya acara bersama ini tali ukhuwah antar umat muslim bisa terjalin erat dan baik tanpa memperhatikan siapa, apa, darimana, dan untuk apa. Khususnya mempererat tali silaturahmi antara Pondok Darunnajah dan NU (Nahdhatul Ulama).  Karena sesungguhnya seluruh umat muslim itu bersaudara sebagaimana dalam hadits disebutkan, "Perumpamaan seorang muslim satu dengan lainnya dalam berkasih saying, tolong menolong, dan cinta bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka seluruh tubuh akan merasa sakit dan terjaga".

Pada hari itu, 230 santri Darunnajah tampil gelar marchingband lengkap dan juga tim paduan suara (PS) khusus menyanyikan lagu Indonesia Raya saat Presiden RI memasuki ruangan. Sebelum itu marchingband gelar pasukan dengan membawakan 4 buah lagu: Syi'ir Abu Nuwas, Shalawat Badar, Astaghfirullah, dan Marilah ke Mari.

Acara selesai, ditutup dengan do'a,  marchingband Darunnajah masih mengawal Banser (Barisan Ansor Serbaguna) deville di depan Presiden dan 100.000 jamaah nahdhiyin.