Hari Ini Pengurus OSDC ‘Dihakimi’!.

Kamis, 10-01-2013 seluruh pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC)masa bhakti 2012-2013 menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di hadapan seluruh anggota, pembimbing dan kepala Biro pengasuhan Santri. LPJ merupakan rangkaian kegiatan setelah terlaksananya pemilihan ketua OSDC dan Koordinator Pramuka  baru masa bhakti 2013-2014 pada Senin, 07 -01-2013. Hal mana pada tahun ini merupakan perdana dimulainya kepemimpinan OSDC secara kolektif kolegial yang terdiri dari santri kelas 5 TMI/XI MA kampus 1,2,3, tahfidz dan non tahfidz.

Para ketua terpilih dalam annual election yang dilakukan di aula kampus 3 adalah Tegar Wahyu Saputra (kampus 3 non tahfidz), Iqbal Fathurrahman (kampus 3 tahfidz) dan Iwan Setiawan (kampus 2). Adapun ketua Koordinator terpilih adalah Teguh Wildan dan Tedi Supriyadi. Mereka dipilih secara langsung oleh dewan guru, santri kelas 6,5,4,3 TMI dan perwakilan kelas Intensif, 2 dan 1 TMI.

Terkait  dengan LPJ, pukul 09.00 wib pagi ini agenda ‘penghakiman’ pengurus OSDC masa bhakti 2012-2013 dimulai. Dua santri kelas 3 TMI Muhammad Abdul Mughni dan Muhammad Fajar Dzikriyansyah tampil sebagai MC (Master Of Ceremony) menggunakan bilingual language Inggris dan Arab. Seusai pembukaan, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci al Qur’an oleh Andri Faizun santri kelas 4 TMI. Tampak para hadirin semakin khusu’ dalam duduk rapinya di masjid kampus 3 yang baru nan sejuk tesebut.

Adalah Ust. Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I selaku wakil pimpinan bidang pengasuhan santri menyampaikan sambutan dan arahannya. “Kepada seluruh warga OSDC agar mengikuti LPJ ini dengan maksimal. Para pengurus hendaknya menyampaikan LPJ dengan baik, runut dan jelas. Dan Para anggota agar berani bertanya atau menyampaikan pendapatnya karena ini dalah LPJ!”. Alumni perdana TMI Darunnajah Cipining 1994 asal Tegal Jawa Tengah tersebut juga mengingatkan pentingnya memperhatikan adab-adab terkait dengan bacaan Al Qur’an dalam pertemuan.

Berikutnya ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom menjelaskan teknis dan tata-tertib LPJ yang merupakan puncak kegiatan bagi pengurus OSDC lama sebelum diserah-terimakan dalam pelantikan nantinya. “LPJ itu bisa diterima atau ditolak. Contoh dalam sejarah, LPJ Presiden RI ke 2 selama 6 periode berturut-turut  selalu di acc oleh anggota MPR masa itu. Namun pada era Presiden RI ke 3 LPJ ditolak karena faktor lepasnya Timor Timur dari NKRI dalam masa kepemimpinannya!”. Musyrif OSDC tersebut juga kembali meminta segenap warga OSDC untuk belajar mengritisi dan mengevaluasi LPJ yang akan disampaikan seluruh bagian OSDC secara bergantian.

Secara teknis, LPJ dimulai dari sekretaris dan disusul dengan bagian-bagian OSDC lainnya yang terdiri dari Bagian Keamanan, Bagian Bahasa, Bagian Pengajaran, Bagian Ibadah, Bagian Perpustakaan,  Bagian Kesehatan, Bagian Olah Raga, Bagian Kesenian dan Ketrampilan serta Bagian Kesejahteraan Santri. Adapun Bendahara dan ketua OSDC akan menyampaikan LPJ mereka pada saat pelantikan dan serah-terima amanat organisasi yang diagendakan pada Sabtu, 12-01-2013.

Setiap bagian memilih juru bicara yang handal untuk membacakan 7-10 lembar LPJ yang tersusun dari Muqoddimah, personalia, kejadian penting, program kerja terlaksana dan tidak terlaksana (harian, mingguan, bulanan,tahunan,insidental), ekspedidi surat, keuangan, inventaris,  data prestasi, data pelanggaran disiplin bagian, perbandingan prosentasi aplikasi progam kerja dengan masa bhakti tahun lalu dan penutupan. Ditengah-tengah pembacaan program kerja, para anggota dan pembbimbing OSDC diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan penilaiannya.

Diharapkan dengan LPJ ini para santri belajar betapa pentingnya arti menunaikan amanat yang telah diterimanya. Seperti ajaran Rasulullah: setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Terlebih lagi LPJ setiap individu kelak di  Mahkamah Padang Mahsyar di depan Seadil-adilnya Hakim, Allah SWT!. (WARDAN/Abu Ezzat El Wazira).