Berita Televisi dan Surat Kabar sudah diramaikan dengan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SLTP yang akan diselenggarakan serentak se-Indonesia hari ini. Setelah pekan pertama Pesantren Darunnajah Cipining melaksanakan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SLTA (Madrasah Aliyah), kini (29/3) giliran Santri MTs dan SMP Darunnajah yang mendapat giliran menentukan nasib di ‘kursi panas’. Ketegangan sudah tentu tergurat diraut wajah para peserta Ujian Nasional saat memasuki ruang Ujian Nasional. Apalagi harus berhadapan dengan pengawas Ujian Independen yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya.

Ketegangan bukan alasan untuk tidak dapat berkonsentrasi mengerjakan soal Ujian dengan baik. Ketegangan dan kehawatiran terjadi hanya kepada Siswa yang tidak memiliki kesungguhan dalam belajar. Mental yang kurang siap, doa dan usaha yang kurang seimbang. Untuk mengantisipasi dan menghadapi hal yang demikian, tentu Santri MTs dan SMP Darunnajah Cipining sudah punya bekal yang mereka dapatkan saat mengikuti program Bimbingan Belajar beberapa hari yang lalu. Mayoritas peserta UN mengaku sudah siap mengikuti Ujian, walau nilai yang harus mereka dapatkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, saat kakak kelas mereka belajar.

Seperti berita yang dikutip dari antaranews.com, Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Suharsono mengatakan, nilai rata-rata standar kelulusan pada ujian nasional (UN) adalah harus 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran, dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.

Untuk Itu seiring naiknya passing grade (nilai batas kelulusan) dari tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Darunnajah Cipining terus berupaya untuk meningkatkan kualitas belajar santri, demi memprepare para peserta didik dalam menghadapi UN, sehingga mereka dapat lulus dengan nilai yang memuaskan, hasil dari bimbingan belajar yang intensive. [WARDAN/Kang DR].