Haflah Takharruj Angkatan ke-49 "Glorious Generation", Darunnajah Jakarta Luluskan Santriwan Akhir TMI Haflah Takharruj Angkatan ke-49 "Glorious Generation", Darunnajah Jakarta Luluskan Santriwan Akhir TMI

Haflah Takharruj Angkatan ke-49 “Glorious Generation”, Darunnajah Jakarta Luluskan Santriwan Akhir TMI

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta kembali menyelenggarakan prosesi wisuda atau Haflah Takharruj bagi santri kelas akhir Tarbiyatul Mu’allimin/Mu’allimat al-Islamiyah (TMI) angkatan ke-49 Glorious Generation, kali ini untuk jenjang santriwan (putra).

Acara berlangsung di GOR Darunnajah Jakarta pada Ahad, 28 Juni 2026, bertepatan dengan 13 Muharram 1448 H, dan dimulai pukul 08.00 WIB dengan suasana yang khidmat sekaligus penuh kebanggaan.

Prosesi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan pondok, dewan guru, seluruh santriwan Darunnajah, serta para wali santri yang datang untuk menyaksikan pencapaian putra-putra mereka.

Dalam laporan kesyukuran yang disampaikan di hadapan hadirin, pihak pondok mengungkapkan bahwa amanah yang dititipkan kepada Darunnajah terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini Darunnajah telah memiliki 23 cabang pesantren dengan sekitar 10.000 santri, 1.700 mahasiswa, serta 1.230 hektar tanah wakaf yang menopang keberlangsungan pendidikan. 

Haflah Takharruj Angkatan ke-49 "Glorious Generation", Darunnajah Jakarta Luluskan Santriwan Akhir TMI

Angkatan ke-49 ini pun dinilai sebagai salah satu angkatan paling membanggakan dalam sejarah Darunnajah, dengan total 688 santri akhir di pusat dan seluruh cabang, 183 diantaranya merupakan santri Darunnajah Pusat. Sebagian lulusan akan melanjutkan pengabdian di lingkungan Darunnajah maupun pondok mitra yang tersebar di seluruh Indonesia, sebagian lainnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si, dalam sambutannya mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak dalam rutinitas dan berani melangkah keluar dari zona nyaman menuju zona belajar yang baru.

“Berdiam di zona nyaman terlalu lama adalah kejumudan, seolah mati pelan-pelan. Keberanian masuk zona belajar itulah ruh hijrah yang sesungguhnya,” tegasnya.

Kyai Sofwan juga menegaskan bahwa ijazah yang diterima para santriwan hari ini barulah sebuah “surat pengantar”. Ijazah yang sesungguhnya adalah pengakuan masyarakat atas amal, kontribusi, dan pengabdian nyata para alumni di tengah umat.

Rangkaian acara Haflah Takharruj ini ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan penuh angkatan Glorious Generation untuk terjun mengabdi dan menebar manfaat nyata bagi agama, bangsa, dan negara. (Ara Maulidia)