DNKindergarten, 24/06
Guruku tercinta
Allah ciptakan matahari…Yang tak pernah bosan bersinar…
Seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami
Wahai guruku…
Allah menciptakan bulan untuk menerangi malam…
Seperti halnya engkau guruku…Yang selalu membimbing dan mnenerangi kami dengan berbagai ilmu…
Itulah puisi yang dibawakan oleh M. Hasan Al Banna (kelas A1) saat Perpisahan Wisudawan/wisudawati dan Pentas Seni Akhirussanah kemaren. Berisi tentang seorang guru yang selalu berjasa untuk murid-murid tercinta. Siapakah Guru ???
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Ahmad Tafsir mengemukakan pendapat bahwa guru ialah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psikomotorik.
Beberapa istilah yang juga menggambarkan peran guru, antara lain: dosen, mentor, tutor
Istilah guru tidak sama dengan teacher/pengajar. Perbedaan guru dengan teacher/pengajar adalah :
| No | Guru | Teacher |
| 1. | Mengajar 24 jam sehari | Mengajar untuk paruh waktu tertentu |
| 2. | Mengajar melalui dan melebihi kata-kata | Mengajar melalui kata-kata |
| 3. | Menjaga siswa di segala segi kehidupannya | Tidak perhatian dengan kehidupan pribadi siswa |
| 4. | Mengajarkan ilmu dan spiritualitas meliputi seluruh aspek dan subyek | Mengajarkan beberapa subyek saja |
Ada 1 pepatah yang mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Walaupun kenyataan guru mendapat upah. Tapi apalah artinya upah dengan apa yang sudah mereka ajarkan. Tidak akan ada Direktur jika tidak ada guru, tidak akan ada pengusaha jika tidak ada guru, dan tidak akan ada Presiden jika tidak ada guru. Apa jadinya jika tidak ada guru didunia? Tapi mengapa seseorang lebih memilih profesinya sebagai guru? Karena banyak dari mereka yang beranggapan kalau guru adalah profesi yang mulia. Padahal ada yang lebih dari itu, yaitu karena ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Seorang guru adalah yang digugu dan yang ditiru oleh murid-muridnya. Maka dari itu, seorang guru harus mencontohkan dan mengajarkan sikap yang baik terhadap murid-muridnya.
Dalam kehidupan ada 3 jenis guru, yaitu IBU, GURU (sekolah) dan PENGALAMAN.
Ibu – Dari kecil kita diajarkan segala sesuatunya oleh Ibu. Kita diajarkan bicara oleh Ibu dan percaya tidak percaya hampir semua dari kita, kata pertamanya pasti Mam, Bu, atau yang berhubungan dengan panggilan ibu. Lalu kita diajarkan merangkak setelah itu berjalan. Kita diajarkan berhitung pertama kali oleh Ibu. Segala sesuatu pasti diajarkan ibu. Ibu adalah Guru pertamaku.
Guru – Rata-rata umur 5 atau 6 tahun, kita mulai dimasukkan ketempat yang disebut dengan Sekolah. Ditempat itulah kita kenal dengan yang namanya Guru sesungguhnya, Guru yang benar-benar memang berprofesi sebagai guru yang akan mengajarkan kita disekolah. Guru disekolah kemungkinan hanya melanjutkan apa yang sudah diajarkan ibu dirumah. Bedanya kita dan guru ada disuatu tempat yang khusus. Tetapi semua itu tidak lepas dari pengawasan Ibu. Guruku disekolah adalah seseorang yang mencerdaskan aku.
Pengalaman – Banyak yang bilang sebaik-baiknya guru adalah pengalaman. Ya, karena untuk segala sesuatunya kita pasti belajar dari pengalaman. Banyak pengalaman, banyak ilmu. Ilmu tidak Cuma didapat dari sekolah, tapi juga didapat dari pengalaman. Untuk itu Pengalaman adalah Guruku yang sempurna.
*** Mendidik anak-anak kita bukan berarti mengajarkan kepada mereka sekumpulan ilmu pengetahuan semata.
Lebih penting lagi, mendidik berarti mengajarkan kepada anak-anak kita sejak usia dini, kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan dunia masa depan yang akan menjadi ajang hidup mereka nantinya.
Dan ini berarti menanamkan keingintahuan dan rasa cinta belajar seumur hidup, kreativitas, keberanian mengemukakan pendapat dan berekspresi, serta penghargaan akan segala bentuk perbedaan (antar manusia). ***
~ H er Majesty Queen Rania Al Abdullah of Jordan ~