Guru Idola

Imaji Kecil-Kecilan

Pondok Pesantren Nurul Ilmi

Sebelum  masuk  dalam  pembahasan  inti  perlu kiranya  penulis  sampaikan  pengantar singkat.  Ketika  berbicara  tantang  idola tentunya  ada beberapa  pertanyaan  yang sering mengusik  pikiran kita. Apa itu idola? Siapakah  idola kita? Apa tolak  ukur untuk  memilih   seorang idola? Memilih  idola adalah  salah  satu  sifat  dasar  manusia. Idola adalah  orang  yang  kita  kagumi dan bisa  ditiru dalam cara berpikir dan  tindak tanduknya. Tidak  diragukan  lagi bahwa sedikit  atau  banyak  cara berpikir, karakter, dan tindakan  seorang  idola bisa  berpengaruh  kepada  orang-orang  yang mengidolakannya. Misalnya , penulis  mengidolakan  seorang  pesepak  bola maka  sadar  tak  sadar  ada  salah  satu  unsur  dari diri  si  pesepak  bola  tersebut  mempengaruhi  diri  penulis. Memilih  idola  adalah bukan  sesuatu  yang  remeh  dan  dilakukan  tanpa  dasar pengetahuan, maka sebagai langkah awal untuk memilih idola kita  perlu  memiliki  pengetahuan  yang  cukup  terhadap  tolak  ukur  memilih seseorang  idola. Sehingga  dalam  memilih  idola kita  tidak salah  pilih. Dalam  tulisan  singkat  ini penulis  bermaksud mengkritisi  orang-orang  yang  terkesan  asal-asalan  dalam  memilih  idola. Penulis  tidak  mengatakan  bahwa  mengidolakan  para  pesepak  bola seperti, Ricardo  Kaka, Cristiano  Ronaldo dan  Lionel Messi atau  para selebritis  dunia  seperti, Michael Jackson, James Bond, Angelina  Jolie dan artis-artis  korea  yang  sekarang  membanjiri  samudera  kehidupan  generasi  muda  Indonesia  itu  sebagai  sesuatu  yang  buruk  atau  mengidolakan  pemimpin  dunia dan  agama  semacam, Ruhullah  Khomeini,  John F. Keneddy, hingga Mahatma  Gandhi  itu  sebagai  sesuatu  yang  baik. Tetapi  sekali  lagi  penulis  bermaksud  hendaklah  kita  sebagai  generasi  penerus  bangsa  harus  lebih  hati-hati dan  selektif  dalam  memilih  seorang  idola  yang  bisa  kita  jadikan  contoh, teladan, panutan  dalam  berfikir  dan  bertindak  dalam  kehidupan  ini. Hingga suatu  ketika kita pun bisa menjadi idola bagi generasi muda di zaman kita.

Sudah  terlalu  banyak  karya  berupa buku, artikel  atau  tulisan-tulisan  yang  memperkenalkan  kepada  kita  tentang  seorang  guru  idola  atau  ideal. Penulis  hanya  ingin  menjelaskan  kembali  dengan  singkat  karena  keterbatasan  informasi dan  pengetahuan  yang  penulis  miliki.  Dalam  Islam guru  merupakan tugas   yang  sangat  mulia karena  pendidikan  adalah  salah  satu tema  sentral  Islam, Nabi  Muhammad sendiri  sering  disebut  sebagai ‘’ pendidik  kemanusiaan ’’ (educator  of  mindkind). Bagi  Islam, seorang  guru  haruslah bukan  hanya  sekedar  tenaga  pengajar  tetapi  sekaligus  pendidik. Karena  dalam  Islam, seseorang  dapat  menjadi  guru bukan hanya  karena  ia telah  memenuhi  kualifikasi  keilmuan  dan  akademisi  saja, tetapi  lebih penting  lagi ia  harus  terpuji  akhlaknya. Seyyed  Hossein  Nasr  dalam ‘’Konferensi  Pendidikan Islam  Pertama’’  di  Mekkah  tahun  1979 antara  lain  menyimpulkan  bahwa  guru  sebagai  figur  sentral  dalam  pendidikan, guru  haruslah  dapat  diteladani  akhlaknya  disamping  kemampuan  keilmuan  dan  akademisnya.1 Dengan  demikian  kita  bisa  berkesimpulan  bahwa  guru  idola bukan guru  yang  berparas  ganteng, cantik, bisa  bernyanyi,  bertubuh atletis atau  macho, tatapi guru idola  adalah  guru  yang  bisa  diteladani  dalam  ilmu  dan  akhlak. Allahu a’lam..


____________________________________

  1. imambasori.blogspot.com. guru-dalam-perspektif-islam

By : Nurul Ilmi