Guru dan Karyawan Awali Liburan Ramadhan dengan Khataman dan Buka Bersama Guru dan Karyawan Awali Liburan Ramadhan dengan Khataman dan Buka Bersama

Guru dan Karyawan Awali Liburan Ramadhan dengan Khataman dan Buka Bersama

Terdapat 225 guru dan 150-an karyawan Pesantren Darunnajah 2 Cipining berbuka puasa bersama pada Selasa (10/3) petang. Acara dimulai sejak sore dan diawali dengan tadarus Al-Quran. Porsi bacaan dibagi merata kepada setiap peserta hingga rampung satu khataman penuh 30 juz.

Para guru diperkenankan membawa serta suami atau istri. Hadir pula sejumlah mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Darunnajah Bogor yang menempuh program di luar kampus utama. Berlangsung di penghujung Ramadan, pertemuan ini menjadi ruang temu seluruh unsur pesantren sebelum para santri dipulangkan untuk libur.

Tiga wakil pengasuh mengisi sambutan: Ustadz Musthafa Zahir, Ustadz Ridha Makky, dan Ustadz Nasikun Sugik. Ustadz Musthafa mendorong para guru dan karyawan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pendidikan, menurutnya, ibarat anak tangga. Makin tinggi seseorang menapak, makin luas pula cara pandangnya.

Ia mengingatkan persaingan zaman kian berat seiring pesatnya teknologi dan kecerdasan buatan. Pesantren, ujarnya, perlu menyiapkan diri agar tidak tertinggal. Lebih jauh, ia menegaskan benteng sejati pesantren bukanlah kamera pengawas atau petugas keamanan, melainkan ketakwaan para penghuninya. Dari ketakwaan itulah keberkahan dibukakan dari langit dan bumi.

Guru dan Karyawan Awali Liburan Ramadhan dengan Khataman dan Buka Bersama

Ustadz Ridha Makky mengangkat peran keluarga di balik setiap pengabdian. Ia menyampaikan terima kasih kepada para istri dan suami yang menopang tugas guru sehari-hari. Gaji guru pesantren, ia akui, kerap berada di bawah upah di luar.

Adapun Ustadz Nasikun Sugik menyampaikan pesan perpisahan menjelang libur Ramadan. Ia memohon maaf atas kekurangan selama bertugas dan menitipkan salam bagi keluarga peserta di kampung halaman. Berbuka bersama menutup rangkaian acara sekaligus mengantar keluarga besar pesantren memasuki libur dengan bekal pesan tentang keikhlasan dan ketakwaan.