Santriwan dan  santriwati Darunnajah Cipining kembali meningkatkan mutu bahasa dengan kegiatan DAC (Darunnajah Arabic Club) serta DEC (Darunnajah English Club). kegiatan DAC dan DEC ini merupakan kegiatan dari program kerja bagian Bahasa Putra dan putri dengan mengikutsertakan beberapa santriwan dan santriwati yang memiliki kemampuan dan ingin mengembangkan potensinya dalam berbahasa asing.

Muhadatsah: Meningkatkan Bahasa Dengan Tanya Jawab

Di dalam kelompok kegiatan inipun tidak sembarang santri bisa masuk karena kelompok DAC dan DEC ini diharapkan menjadi tangan kanan bagian bahasa sekaligus penggerak bahasa asing di lingkungan pondok pesantren. Berbagai penggemblengan terhadap dua kelompok ini dilakukan sebagai salah satu upaya memperbaiki kualitas. Sebelum dipilih, santri peserta kegiatan ini diseleksi, diantaranya melalui tes speaking, writing, dan listening, serta beberapa soal latihan terkait dengan bahasa .

“Ini merupakan kesempatan emas yang bisa santri ambil. Oleh karena itu, keluarkan potensi kalian masing-masing agar kalian bisa masuk dalam kegiatan khusus bagian bahasa ini. Karna barang siapa yang bisa masuk ke dalam kelompok ini dia akan diberi pembelajaran bahasa yang lebih efektif  lagi dan memadai segala bentuk  fasilitas yang dibutuhkan.” ucap Putri Khoirunnisa selaku Ketua bagian bahasa santriwati di depan para santriwati saat membuka kedua kelompok tersebut.

Kegiatan ini merupakan kegiatan program kerja tahunan bagian bahasa sehingga waktunya relatif lama. Penggemblengan bahasa selama setahun ini diharapkan benar-benar menghasilkan generasi-generasi baru yang lebih baik. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa memancing minat para santriwan dan santriwati untuk bisa mengembangkan potensi dalam berbahasa baik dalam bahasa Arab maupun Inggris. Hal lain, semoga gerakan bahasa ini mampu meminimalisir tingkat pelanggaran santri dalam pelanggaran bagian bahasa.

Ustadzah Sri Rahayu selaku pembimbing bagian bahasa, berharap semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat menjadi wadah para santri untuk menyalurkan kemampuan berbahasanya. Bagaimanapun juga, pesantren telah berusaha sebaik mungkin untuk membekali santri dengan 2 bahasa asing tersebut. Konsen pesantren membekali keduanya tidak untuk dipilih atau hanya fokus pada satu bahasa namun kedua bahasa tadi haruslah mutlak dikuasai para santri untuk bekal mencapai kehidupan yang maksimal. (WARNA/ Putri Khoirunnisa).