Gladi Sambut PORSEKA XXXII

JAKARTA/dn.com – Pekan Ta'aruf Khutbatul 'Arsy dan Pekan Olahraga, Seni dan Pramuka (PORSEKA) ke 32 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta telah terdengar gaungnya. Pekan Perkenalan santri Baru melalui khutbah / ceramah pimpinan Pesantren Darunnajah yang dilaksanakan setiap tahun ajaran baru ini sejak kedatangan santri baru pada Kamis (17/7) dan mulai dilaksanakan setelah upacara pembukaan PORSEKA pada Ahad, 20 Juli 2008 di Lapangan Hijau Darunnajah.

Beberapa persiapan di berbagai aspek pun mendekati selesai. Inilah yang dilaksanakan santriwan-santriwati para pengurus yang sekerang kelas VI TMI Darunnajah sebagai panitia PORSEKA XXXII. Mereka berjibaku siang malam demi suksesnya kegiatan tahunan Pesantrn Darunnajah ini. Dengan dukungan dan bimbingan majelis guru TMI Darunnajah mereka bahu-membahu mengerjakan hajat Tahun pelajaran Baru ini.

Persiapan yang sejak liburan tengah dipersiapkan yaitu pasukan pengibar bendera (PASKIBRA), yang akan mengibarkan bendera Merah Putih dan Bendera POESEKA. Trainning Centre (TC) PASKIB di fokuskan di Darunnajah dengan memberikan latihan PBB. Mereka bermukim di Pesantren selama liburan akhir tahu ajaran kemarin. Pekerjaan yang lainnya adalah pembuatan patung maskot PORSEKA XXXII berbentuk bunga berwarma merah setinggi 6 m dari bahan dasar kerangka bambu dengan dibalut plastik. Yang tak kalah pentingnya adalah pembuatan baliho sebagai media yang menampilkan identitas kegiatan yang dipasang di Lapangan Hijau sejak hari Jum'at malam. baliho setinggi 10 m tersebut didirikan secar gotong royong oleh para santri dan dibantu oleh beberapa karyawan. Para santri juga mempersiapkan penampilan-penampilan yang terdiri dari beberapa cabang olahraga, cabang kesenian dan kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan di Pesantren Darunnajah.

Sebelum dimulainya Upacara resmi yang insya Allah akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Dr.Ing. H. fauzi Bowo, para santri melaksanakan gladi kotor pada hari Sabtu pagi (19/7) dengan dilakukan beberapa koreksian dari dewan guru pembimbing dari Biro Pengasuhan Santri.