Gerhana Bulan, Pondok Pesantren Darunnajah Gelar Salat Khusuf

Gerhana Bulan, Pondok Pesantren Darunnajah Gelar Salat Khusuf

Featur Image Shalat Gerhana Scaled
Gerhana Bulan, Pondok Pesantren Darunnajah Gelar Salat Khusuf

Gerhana bulan kembali terjadi dan menyorot perhatian umat Islam di berbagai wilayah. Peristiwa langit yang langka ini tidak hanya menjadi tontonan astronomi, tetapi juga momen spiritual yang dimaknai secara mendalam oleh umat Muslim. Dalam Islam, gerhana bulan disebut sebagai Khusuf dan disyariatkan untuk ditunaikan dengan salat khusus dan khutbah nasihat.

Pada malam ini, pelaksanaan salat gerhana dimulai pukul 03.10 WIB dan berlangsung khidmat. Bertindak sebagai imam adalah Ust. Yassar Muhammad Al Ghifari, sementara khutbah disampaikan oleh Ustaz H. Imam Khairul Annas, Lc., M.A.

 

Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa gerhana bulan bukanlah sekadar fenomena biasa. Bulan yang perlahan tertutup kegelapan merupakan tanda-tanda (ayat) kebesaran Allah yang seharusnya membuat manusia merenung dan kembali kepada-Nya.

Dalam khutbah pertama, jamaah diajak untuk memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa. Fenomena gerhana disebut bukan hanya kejadian langit, tetapi juga teguran dari Allah SWT agar manusia tidak larut dalam dunia dan ingat akan hari akhir.

Gerhana diibaratkan sebagai gambaran kecil dari Hari Kiamat. Oleh karena itu, khatib menekankan pentingnya takwa, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

“Gerhana ini adalah pengingat. Sebuah ayat Allah yang menunjukkan betapa terbatasnya kekuasaan manusia dan betapa agungnya penciptaan Allah,” ujar Ustaz Imam Khairul Annas dalam ceramahnya.

Khatib juga mengajak umat Islam menjadikan setiap fenomena alam sebagai sarana untuk lebih mendekat kepada Allah SWT, bukan sekadar peristiwa yang dinikmati secara kasat mata saja.

Penutup khutbah dipenuhi dengan doa agar bangsa dan umat Islam di seluruh dunia dijauhkan dari segala musibah, diampuni dosa-dosanya, dan diberikan keselamatan serta keimanan yang kokoh.

Fenomena gerhana bulan memang menjadi momentum langka yang bukan hanya memukau secara visual, tetapi juga menyentuh sisi rohani manusia. Melalui salat dan khutbah gerhana yang dimulai sejak dini hari tadi, umat Islam diajak untuk mengambil hikmah dan mengingat kembali bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa.

Pendaftaran Santri Baru