JAKARTA/dn.com – Setiap malam hari, panitia ujian sudah menggerakkan para santri untuk belajar mandiri. Ini adalah usaha untuk membangun daya ingat santri akan materi pelajarannya, yang nantinya diharapkan akan berdampak positif dengan hasil ujian yang dilaksanakan. "ba'da sholat isya' sudah tidak ada santri yang berada di kamar dan di asrama, semua kami gerakkan keluar asrama untuk belajar malam", ungkap Ust Agus Suhendi, selaku bagian keamanan Biro Pengasuhan Putra saat dikonfirmasi atas pemadaman lampu asrama pada pukul 19.30 sampai 21.30 Wib.
Bagi ustadz/ah yang sudah berkeluarga dan yang tinggal diluar Pesantren-pun telah diberikan jadwal pengawasan belajar malam. Pun dengan guru-guru yang di asrama. dengan masing-masing zona belajar yang sudah ditentukan pula, para guru berkeliling mengawasi dan membimbing para santri dalam gerakan belajar malam tersebut. "GOOD LUCK FOR U'R EXAM, MY STUDENTS!!"
"Menyikapi fenomena yang dialami para santri yang berkaitan dengan proses belajar yaitu sulitnya mengingat dan menghafal pelajaran2, salah satu faktornya antara lain kemampuan santri itu sendiri atau hal2 lainnya. kalaupun mereka hafal tetapi krang maksimal, maka saya saling mengingatkan kapada kawan2 agar menganjurkan kepada para santri agar senantiasa membaca doa yang sering dibaca oleh Rosulullah setiap bada sholat doanya sbb: ALLAHUMMA INNI AUDZUBIKA MIN ILMIN LAYANFA WAMIN QOLBIN LAYAKHSYA WAMIN NAFSIN LA TASYBA WAMIN DUAIN LAYUSTAJABA LAHU. Semoga dengan melazimkan membaca doa tsb ALLAH memudahkan khususnya kpd para santri untuk slalu menghapal pelajaran2 AMIIIN…" tutr Usth Hj. Yayah Juriyah dalam postingan milisnya.