Allahu Akbar!
Alhamdulillah setelah melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining selama kurang lebih 3 bulan, kini pesantren adakan Ujian Mid Semester yang mengikutsertakan santri kelas VII, VIII, X, Intensif dan XI Kampus 1, 2 dan 3. Ujian tersebut diadakan selama 2 pekan, Terhitung sejak tanggal 15 Maret 2014 – 27 Maret 2014.
Kondisi pesantren darunnajah saat ini penuh akan agenda ujian baik dalam segi kelas IX MTs yang sibuk dengan Try Out ataupun Kelas XII MA yang sedang mengikuti ujian UAMBN dan santri SMK yang sibuk dengan Ujian UAS. Dalam hal ini pesantren tetap menjunjung tinggi nilai kebersihan dan disiplin. Yang lebih menarik semua rombel kelas penuh akan jadwal ujian. Hal ini membuat para santri sibuk dan lebih giat lagi dalam hal belajar.
Hal ini tidak luput dari bantuan segenap dewan guru yang berkecimpung langsung selaku pengawas. Sebelum ujian mid tes di mulai, para santri dikumpulkan di Lapangan Kampus 1 guna melaksanakan upacara pembukaan. Dalam hal ini dihadiri langsung oleh Ka. Biro Pendidikan yakni Ust. Faruq Abshori S.Pd.I, Kepala Sekolah MA yakni Ust. Mustofa Kamal S.Pd.I, M.Ag, Kepala Sekolah SMK yakni Ust. Fathul Mukmin S.Pd.I, Kepala Sekolah MTs yakni Ust. Nasikun S.E, Kepala Sekolah SMP yakni Ust. Isa Abdilah S.E dan segenap dewan guru.
Adapun beberapa lokasi yang menjadi tempat ujian meliputi seluruh ruang kelas Kampus 1, 2 dan 3. Sejak tahun lalu pelaksanaan ujian mid semester memiliki waktu tersendiri yang artinya tidak ada KBM. Hal ini bertujuan mendorong para santri agar dapat berkonsentrasi penuh menempuh ujian ujian yang dihadapi tanpa ada gangguan apapun.
Seperti yang kita ketahui bahwasannya Ujian Mid Semester II memiliki potensi yang cukup besar untuk menunjang nilai dan hasil yang dapat berpengaruh dalam kenaikan kelas nanti. harapannya para santri dapat mendapatkan beasiswa dengan predikat Mumtaz (Istimewa) dengan rata-rata 86,00.Pada dasarnya Ujian dilaksanakan agar memberikan kepahaman yang lebih mengenai mata pelajarang masing-masing karna hakikatnya para santri memiliki prinsip “Ujian untuk belajar bukan Belajar untuk ujian”.
Para penguruspun mengkondisikan waktu belajar santri dalam 3 waktu yakni selepas shalat shubuh, shalat Ashar dan juga shalat Isya. Seluruh santri dialokasikan di Masjid sesuai masing-masing kampus agar mudah dipantau dan dikontrol oleh beberapa dewan guru khususnya oleh Pembimbing Bagian Pengajaran OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining).
Tak hanya itu, para santripun semakin mantap meningkatkan kualitas Ibadah bukan hanya dalam segi akademik. Masjid tetap terasa penuh dan padat diisi oleh para santri. Baik dalam hal mengerjakan shalat 5 waktu, membaca Al-Qur’an, shalat tahajud, shalat dhuha dan juga yang lainnya.
Semoga hal ini dapat menolong dan memberikan kesemangatan yang kuat kepada seluruh santriwan dan santriwati untuk tetap “Jihad Fii Sabilillah”, agar tercetak generasi yang berguna bagi masyarakat, bangsa terutama agama. Amin!
(WARDAN/Annisa)