“Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar” seruan takbir santri Darunnajah Cipining memecah lazuardi pagi di bawah komando komandan upacara pelepasan safari dakwah santri, Ustadz Muhlisin Muhtarom, SHI di lapangan parkir, Senin (26/12).
Masih dalam rangka memompa semangat, para santri diajaknya bernyanyi ‘Kalau Memang Begitu’. “Kalau kau cinta Islam bilang ‘Allah’!”, Nada yang dinyanyikan Ustadz Muhlisin disambut para santri dengan mengucap ‘Allah’ secara serentak. “Kalau kau cinta Islam dan memangnya begitu, bilang Allah”. Sekali lagi, para santri berteriak ….”ALLAH”.
Lagu ini dinyanyikan berulang hingga 3 kali. Mendapati semangat yang telah memuncak, para santri yang berpakain pramuka kembali mendapat tantangan dari pengasuh pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc dalam beradu yel-yel. Kontan saja, secara berurutan masing-masing kelompok menunjukkan kebolehannya dalam yel-yel kelompok.
Suasana lapangan semakin kondusif sebagai medan para mujahid. Mereka layaknya prajurit yang telah terbakar semangatnya. Jalan dakwah berada di hadapan mata. Inilah salah satu agenda pesantren dalam mendidik para santri guna berdakwah di dalam masyarakat pada acara ‘safari dakwah’.
Safari dakwah secara massal serentak oleh seluruh santri menjadi agenda tahunan. Pada moment inilah, para santri terjun di masyarakat guna mempraktikkan secara langsung ilmu yang tengah dipelajarinya dalam pesantren.
“Saya yakin, semua santri mampu melakukan dakwah ini, baik dari kelas 6 TMI (XII MA/SMK) hingga kelas terbawah, yaitu kelas 1 TMI (VII MTs/SMP). Karena dakwah bukan saja berceramah dan berkhutbah yang memberikan dalil dan ayat-ayat Al-Qur’an. Tapi para santri dapat berdakwah secara sederhana, di antaranya adalah mengajak sholat berjamaah, mengaji, dan menampilkan akhlak yang baik. Saya rasa, jika di pesantren para santri terbiasa berdzikir kemudian berdo’a. lalu hal ini dipraktikkan di masyarakat, saya yakin masyarakat yang terbiasa selepas sholat fardhu lantas buru-buru keluar masjid, akan dapat belajar dari para santri. Ini juga bagian dari dakwah” ujar pengasuh pesantren, KH Jamhari.
Menurut kepala biro dakwah, Ustadz Katena, S.Pd.I, tahun ini, rombongan atau kelompok dakwah lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2010-2011 lalu terdapat 50an kelompok, saat ini santri terbagi ke dalam 96 kelompok. “Insya Allah, kelompok-kelompok ini akan tersebar ke seluruh jabodetabek, Karawang, Banten dan sekitarnya” jelas Ustadz Katena.
Sementara itu, kegiatan safari dakwah akan berlangsung selama 3 hari (26 s.d. 28 Desember). Usai itu, santri dapat berlibur dan kembali ke pesantren tanggal 6 Januari 2012 mendatang.
Usai upacara pelepasan, Pimpinan Pesantren didampingi seluruh dewan guru melepas kafilah dakwah dengan tasofahan. Selamat berdakwah para santri, semoga Ummat Islam semakin jaya. Allahu Akbar (Wardan/Billah)




