Gak Perlu Panic Buying: Langkah Tenang Menghadapi Hujan Abu Vulkanik Gak Perlu Panic Buying: Langkah Tenang Menghadapi Hujan Abu Vulkanik

Gak Perlu Panic Buying: Langkah Tenang Menghadapi Hujan Abu Vulkanik

Erupsi gunung Anak Krakatau yang dimulai pada tanggal 4 September kemarin, masih dalam pemantauan BMKG hingga saat ini.  Pencemaran udara yang terjadi karena abu vulkanik berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Nah, ditengah bencana erupsi yang terjadi, masyarakat dibuat panik akan kehadiran abu vulkanik. Pencemaran udara membuat masyarakat berbondong-bondong membeli masker secara berlebihan akibat panic buying

Apa itu panic buying? Suatu perilaku konsumen yang membeli barang kebutuhan dalam jumlah yang sangat besar secara mendadak karena terdorong oleh rasa takut, kecemasan akan situasi darurat. 

Panic buying yang terjadi karena erupsi Anak Krakatau kemarin menyebabkan stok masker di banyak tempat habis. Lonjakan harga akan kelangkaan barang tidak dapat dihindari akibat keresahan dan ketegangan masyarakat itu sendiri. 

Bersikap tenang adalah langkah awal untuk menanggapi kepanikan massal ini. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar tidak tenggelam di tengah gempuran abu vulkanik dari erupsi gunung Anak Krakatau:

  1. Tetap Tenang

Dengan bersikap tenang kita dapat mencegah penularan kepanikan. Berpikir dengan kepala dingin juga memudahkan kita untuk berpikir lebih rasional dari orang lain dalam menangani masalah ini. 

  1. Bijak Membeli

Memilah jumlah kebutuhan membuat kita lebih menghemat dana yang kita pegang, sehingga  kita bisa menyisihkan uang untuk dana darurat. 

  1. Saring Berita Terbaru 

Pantau perkembangan erupsi dari pihak atau situs terpercaya. Jangan terlena dengan doomscrolling yang bisa membuat kekhawatiran kita meningkat.

Bencana alam seperti erupsi kali ini memang bukan kehendak kita, namun merespons penangkalan bencana dengan bijak adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga. Mengamankan stok kebutuhan sesuai porsinya adalah tindakan yang tidak akan merugikan diri kita sendiri, apalagi orang lain.