Futsal dan Bakiak, Isi Keceriaan Di Pantai Carita

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Suasana sangat cair. Tak ada jarak dan batas yang membentang. Semuanya lebur dalam satu rasa, ceria. Begitulah suasana yang tergambar dari raut muka dewan asatdiz (guru) pesantren Darunnajah Cipining saat berlibur akhir tahun ajaran sekolah ini di pantai Carita Pandeglang, Kamis (30/6).

Sejak awal datang, rombongan yang terdiri dari dewan guru dan keluarganya ini tampak sumringah. Begitu turun dari 3 armada bus yang mengantar, rombongan langsung menuju lokasi yang telah dipilihkan panitia. Sembari melepas lelah, sebagian rombongan ada yang langsung menunaikan sholat Dzuhur, sebagian lagi malah langsung menikmati bekal berupa nasi serta lauk pauknya sambil menunggu giliran untuk sholat.

blank

Saat jarum jam menunjukkan pukul 2 siang, meski kondisi cuaca terselimuti rintik gerimis, agenda acara dari panitia dimulai, yaitu perlombaan. Ada beberapa lomba yang mengisi acara bernama family gathering keluarga besar Darunnajah Cipining tersebut, di antaranya adalah joget jeruk yang mengawali. Peserta berpasang-pasangan, dengan jeruk berada di antara kedua dahi keduanya, mulailah alunan musik dangdut garapan Ustadz Nurshodik diputar. Mulailah mereka berjoget hingga didapatkan pemenangnya, yaitu peserta yang tidak jatuh jeruknya. Pemenang dari lomba ini adalah pasangan Bu Ruqoyyah dan Bu Enok.

Menyusul kemudian lomba bakiak yang terdiri dari 3 peserta dengan 2 pasang bakiak panjang. Saling mengadu kekompakan dan kebersamaan mereka gigih berjalan menuju garis finish. Namun tetap saja, di saat berjalan, karena berbagai macam hal, banyak peserta yang terseok hingga harus terjungkal dalam perjalanan. Bagaimanapun juga, dalam lomba inipun dihasilkan satu juara. Keluar sebagai juara adalah peserta pimpinan Ustadz Ahmad Dimyati.

blank

Tak kalah seru, lomba yang turut diselenggarakan ialah futsal. Kali ini pertandingan antara guru keluarga VS guru bujang. Dengan setting lapangan persis di batas ombak, mau tidak mau terkadang bola harus sulit ditendang karena memasuki laut. Bahkan, sering kali masuk ke dalam arena pertandingan para pengunjung lain atau para penjaga pantai yang menawarkan ban atau alat bantu renang dengan sedikit memaksa. Namun semua hal itu tak mengurangi kegigihan dan perjuangan peserta lomba guna  menyerbu gawang lawan. Di akhir pertandingan, gawang guru keluarga yang dijaga ketat oleh kepala MI, Ustadz Nurfathoni, harus rela terbobol 9 gol sehingga skor akhir menunjukkan 9-2 untuk guru single.

Kecerian juga tergambar dari para istri guru yang tengah asyik bermain dengan putra putrinya di pasir. Mereka tekun mencipta berbagai macam karya dari pasir. Setelah jadi, ada pula yang kemudian dihancurkan kembali, lalu dibuat lagi dengan corak yang berbeda. Di antara mereka juga ada yang nampak sayang dengan hasil karyanya, maka tidak mau kehilangan kenangan, ia pun mengambil gambar bersama karyanya itu. Bagi yang bosan dengan pasir, mereka menyerbu laut, bermain bersama ombak menggunakan sebuah ban. Ombak demi ombak terus dinikmati, hingga waktu kian berlalu.

Kecerian rombongan tak berhenti disitu. Usai melepas semua rasa hingga tiada yang tersisa, mereka masih bermeriah dengan pembagian doorprize dan  hadiah lomba. Maka lengkaplah sudah keceriaan rombongan. Rasa-rasanya moment-moment seperti inilah yang mereka tunggu, berlibur yang menghibur (Wardan/Billah)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Rahasia di Balik Keutamaan Do’a Sayyidul Istighfar

Dengan suatu keridhaan, hidup akan teresa manis, dengan untain senyum, hidup terasa ringan tanpa permasalahan, dengan istighfar akan terlampuilah segala hajat, dengan kalimat do’a yang