Dengan membawa beberapa gulung sajadah panjang berwarna hijau dengan list di sisi bawahnya, Fengki Sucipto hadir di pesantren Darunnajah Cipining, Rabu (3/8). Tanpa basa-basi, sajadah-sajadah panjang tersebut dibawanya menuju masjid jami’ pesantren yang memang terletak di sisi pintu gerbang. Usai di gelar, masjid jami’ yang tidak berdinding sebagai ciri khas masjid pesantren Darunnajah Cipining tersebut tampak elok, layaknya seseorang yang baru mengenakan baju baru.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga hanya bisa memberikan ini, semoga bermanfaat. Ini kami beli dari alokasi zakat mall. InsyaAllah jika kami belikan sajadah ini dan digunakan di masjid pesantren dapat berguna dengan lebih baik, karena kegiatan ibadah di masjid kan relatif lebih intens. Dan masjid ini juga memberikan kenangan tersendiri bagi saya yang pernah belajar disini” tutur ayah 2 anak itu.
Fengki Sucipto adalah alumnus angkatan ke-5 (1995). 6 tahun menjadi santri di Pesantren Darunnajah Cipining menjadikannya sangat concern dengan almamater ini. Belum lagi, putra sulung dari Bapak H. Masri ini pernah pula terpanggil untuk turut mengembangkan pesantren dengan bergabung menjadi staf pengajar di tahun 2002-2003.
Jejaknya masuk pesantren juga diikuti oleh ketiga dari 5 adiknya. Ketiganya adalah Sri Wahyuni (2003), Aulia Rahman (2003), dan Budiman (2007). Selepas dari belajar di pesantren, selain membantu kedua orang tuanya yang pedagang (wiraswasta), ia tekun belajar di sebuah perguruan tinggi hingga meraih gelar sarjana ekonomi.
Kini, selain menjadi seorang ayah dari Fatimah Kirani Althaafunnisa dan Zainab Kirani Khairunnisa, suami dari Rahma Diani ini sibuk mengembangkan bisnis ayahnya. Kepedulian yang sering dilakukannya terhadap pesantren semoga membawa berkah bagi diri dan keluarganya. Meskipun tidak berada di tengah-tengah pesantren, namun komunikasi dan silaturahmi yang terus berlanjut dapat tetap dilakukan secara baik. Amin (Wardan/Billah)