Sumber gambar: https://share.google/MNC6pZBIrGTzrSu3p
Fatimah Al Fihri lahir dari keluarga kaya dan terpandang di Qayrawan, Tunisia, pada awal
abad ke-9, kemudian berhijrah ke Fez, Maroko bersama ayahnya, Muhammad Al Fihri.
Setelah ayahnya meninggal, Fatimah dan saudaranya, Maryam, menerima warisan dalam
jumlah besar.
Namun, alih-alih menggunakannya untuk bersenang-senang, Fatimah menggunakan warisan tersebut untuk mendirikan sebuah universitas demi mendukung akses pendidikan bagi masyarakat.
Awalnya, ia mendirikan sebuah masjid bernama Al-Qarawiyyin yang nantinya juga digunakan sebagai tempat belajar dan sekarang dikenal sebagai Universitas Al-Qarawiyyin. Bahkan selama proses pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin, Fatimah terus berpuasa sebagai bentuk ibadah dan pengabdiannya kepada Allah SWT.
Universitas Al-Qarawiyyin dibangun di Fez, Maroko. Universitas ini dibangun pada tahun
859 Masehi, sekitar abad ke 9. Fatimah mendirikan universitas tertua di dunia bernama
Universitas Al-Qarawiyyin, yang masih beroperasi hingga sekarang.
Alasan Fatimah al-Fihri mendirikan University of al-Qarawiyyin adalah karena ia ingin
menggunakan hartanya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan bernilai ibadah. Setelah ayahnya meninggal, Fatimah mendapatkan warisan yang cukup besar, lalu memilih membangun tempat ibadah sekaligus pusat pendidikan untuk membantu orang-orang menuntut ilmu.
Selain itu, pada saat itu banyak pendatang Muslim dari Kairouan yang tinggal
di Fez dan membutuhkan tempat belajar serta beribadah yang lebih besar. Karena itulah,
Fatimah membangun Al-Qarawiyyin yang kemudian berkembang menjadi salah satu
universitas tertua di dunia.
Fatimah al-Fihri bisa mendirikan University of al-Qarawiyyin karena ia menggunakan
harta warisan dari ayahnya untuk membangun tempat ibadah dan pusat pendidikan di Fez. Ayahnya adalah seorang pedagang kaya yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. kemudian membeli tanah dan mulai membangun masjid yang juga digunakan sebagai tempat belajar.
Seiring waktu, tempat tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan besar yang
mempelajari agama, matematika, astronomi, bahasa, dan berbagai ilmu lainnya. Karena
perkembangan itu, Al-Qarawiyyin akhirnya dikenal sebagai salah satu universitas tertua di
dunia.
Ditulis Oleh: Kireyna Azra (5 TMI)