“Inilah yang bisa kami persembahkan”. Begitulah kata-kata yang keluar dari para pengurus OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) sesaat setelah para santriwati memasuki gedung aula pesantren. Para santriwati pun sibuk melihat-lihat berbagai stand dari setiap bagian pada malam expo tersebut, Rabu (22/12) lalu.
Pada kesempatan tersebut, setiap bagian memamerkan berbagi hal terkait dengan bagiannya. Seperti misalnya bagian keamanan. Pada stand ini, keamanan memperlihatkan macam-macam barang sitaan dan barang-barang inventaris. Di stand koordinator pramuka, barang-barang yang mendominasi adalah koleksi piagam dari berbagai macam kejuaraan, baik berbentuk piala ataupun lencana. Begitu pun dengan bagian perpustakaan, stand ini memajang berbagai buku.
Hasil kreativitas para santri juga turut dipajang oleh bagian pengajaran. Bagian yang dalam program kerjanya meliputi kegiatan nisaiyah ini, memamerkan aneka rajutan dan sulaman bermotif bunga atau kaligrafi arab, serta hasil ketrampilan lain. Berbeda lagi dengan bagian olah raga, bagian ini mengexpokan macam-macam alat olah raga seperti bola, raket, sepatu sport, kaos olah raga, dan lainnya.
“Kegiatan semacam ini memang sudah menjadi program kerja OSDC, jadi setiap tahun selalu diadain. Karena setiap tahun diadain, jadi kami berusaha agar lebih baik dari tahun sebelumnya” ungkap ketua OSDC, Gita Marshela.
Masih menurut Gita, tujuan diadakannya expo ini terkait beberapa hal seperti menunjukkan pencapaian prestasi yang diraih selamaa setahun masa jabatan OSDC. Maka banyak juga piala dan aneka ragam hasil ketrampilan santri yang dipamerkan. Namun di sisi lain, expo ini juga sebagai media komunikasi dalam memberikan contoh barang-barang yang dilarang sehingga keberadaanya disita, seperti stand di bagian keamanan.
Namun lebih jauh, pembimbing kegiatan expo, Ustadzah Aizah mengatakan bahwa expo adalah wahana pengembangan talenta santri. Alasannya, karena semua expo pada dasarnya adalah media untuk menunjukkan hasil kegiatan yang telah dilakukan.
Dalam keterangan Ustadz Kamilin selaku kepala asrama, bahwasannya kegiatan expo tersebut sebagai pertanggungjawaban para pengurus OSDC. Sehingga dari expo itu, akan tampak kualitas dan kinerja. Maka kemudian di hadapan para santri, Ustadz Kamilin mengharapkan agar mereka memberikan penilaian. “Ambil pelajaran yang baik dari expo ini. Kalau tidak baik, jangan diulangi kembali!” (Wardan/Billah).