Meningkatkan Nilai Kemanusiaan Melalui Kesungguhan Kerja

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Salah satu keistimewaan Islam adalah dorongan yang amat kuat agar manusia selalu meningkatkan kwalitas kerjanya. Sedemikian pentingnya dorongan peningkatan kwalitas kerja tersebut hingga didalam Al-Quran Allah swt mengaitkan hubungan erat antara kerja dan kemanusiaan. Sebagaimana Allah swt berfirman;

وَالْعَصْرِ (١)إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Asr: 1-3)

Ayat ini mengisyaratkan ada empat hal yang harus diperhatikan manusia dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas kerja, yakni; perlunya penggunaan waktu dan daya baca dan perhatian terhadapnya.

Standar paling utama yang menentukan eksistensi manusia adalah kemanusiaannya, yang didapat berkat keimanan dan aktifitas yang baik (amal shaleh), disamping itu diperlukan persatuan dan kekompakan sehingga melahirkan tim kerja yang solid dan kuat sebagai upaya mewujudkan kemajuan dan menegakkan kebenaran.

Pembangunan Pesantren
Pembangunan Pesantren

Kunci kesuksesan seorang muslim dalam hidupnya terletak pada kemampuan dan keahliannya dalam pemanfaatan waktu dengan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga dalam ayat diatas, kata ‘waktu’ disebutkan dengan kalimat Al-‘Aasr yang bisa berkonotasi dua hal.

Pertama, menunjukkan waktu ashar yang merupakan paruh kedua dari siang setelah waktu dzuhur. Kedua, Zaman Rasul, karena sebagian ahli membagi seting sejarah Rasulullah saw kepada zaman ‘Ubudiyah (masa adanya rasul) dan zaman ‘Amaliyah (masa paska zaman rasul).

Akan tetapi yang manapun kemungkinan yang dimaksudkan oleh ayat tersebut diatas, bahwa sumpah Allah terhadap pemanfaatan waktu menunjukkan peringatan keras agar manusia melihat dan mempelajari masa rasul, karena akan mengilhamkan kebaikan, dan mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan, jika ditiru dan ditauladani dan tidak membiarkan waktu tanpa mengacu pada apa yang dilakukan oleh rasulullah, jika tidak ia akan rugi.

Ketika Al-Quran membicarakan soal kerugian yang bakal di derita seseorang, Al-Quran mengangkat kata “Insan” untuk menunjukkan bahwa aspek kemanusiaan itu amat penting, dan harus di perhatikan, seperti disebut murtadha muthahhari: “Manusia baru disebut manusia karena kemanusiaannya, bukan karena kesempurnaan tubuhnya dan kelengkapan organ-organnya.” Lebih lanjut Murthada Muthahhari menjelaskan; “Jasad seseorang menjadi agung karena ruh insannya. Pakaian yang indah tidak menunjukkan kemanusiaan, jika yang disebut manusia itu karena mempunyai mata, lidah, telinga, lalu papa bedanya antara lukisan yang ada di dinding dengan manusia.”

Dari kajian tersebut dapat dipahami bahwa seruan untuk memanfaatkan waktu secara benar ditujukan untuk meningkatkan nilai kemanusiaan, karena  seseorang bukan dipandang dari sisi fisik atau mengandalkan sesuatu yang bersifat jasmaniyah melainkan kepada kemanusiaannya. Keberhasilan manusia terletak pada pemanfaatan waktu yang di manfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri dan kerjanya.

Aktifitas yang baik, amal shaleh adalah merupakan buah dari iman. Sehingga yang menjadi ukuran kemanusiaan menurut Al-Quran ada dua segi; segi iman dan segi amal. Iman merupakan pondasi dan rukun bagi tegaknya amal, para ulama membagi amal menjadi dua. Pertama Al-‘Unwan Al-Awwaliyah (yang berkaitan dengan masalah-masalah ritual) dan Al-Unwan Al-Isnawiyah (yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan). Kedua-duanya terkait erat dengan kemanusiaan manusia.

Allah swt menjanjikan bahwa setiap aktifitas yang baik dapat membuahkan kehidupan yang baik, yang meningkatkan nilai kemanusiaan seseorang. Firman Allah swt;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧)

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97)

Tim kerja yang solid merupakan kunci keberhasilan dalam melakukan setiap pekerjaan. Oleh sebab itu, agar kekompakkan tersebut tetap terjaga, hendaklah masing-masing mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dengan baik dan penuh kesungguhan. Itulah sebabnya Allah swt menegaskan kata “tawasaw” yang artinya kalian harus saling berwasiat dan memberi nasehat pada kebenaran dan kepada yang haq. Dalam hal ini Allah swt seakan menggaris bawahi bawa kebersamaan itu penting, karena sesungguhnya manusia bukanlah makhluk individu tetapi makhluk sosial. Sehingga perlu membentuk tim yang solid dalam menghadapi setiap persoalan dengan saling menasehati agar terjaga kekompakkan dan kebersamaan.

Di dalam ayat lain Allah swt berfirman;

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ (٤٦)

Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras’.” (QS As-Saba: 46)

Dalam ayat ini seolah-olah Allah menjelaskan; “Wahai manusia, sesungguhnya kalian ada dalam kerugian selama kalian tidak membangun diri dengan keimanan dan amal, janganlah kalian membangun diri kalian sendiri tetapi kalian harus berusaha membangun diri orang lain yang bersama-sama dengan kalian, karena masing-masing dari kalian harus menjadi pembela bagi yang lain”.

[WARDAN/@abuadara]_____________

Disampaikan pada Talim Bakda Shubuh di Masjid Jamik Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor oleh Ust Hari Wijaya, pada hari Sabtu 16 Februari 2013

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika