Menu

Ekspedisi Jelajah Alam Darunnajah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pada hari Rabu 30 Mei 2014 sebuah tim yang beranggotakan 21 orang mengelilingi lahan tanah wakaf dan kapling Darunnajah seluas 170 ha.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Tim terdiri dari 15 orang santriwan kelas 5 dan 6 orang ustadz. Sebelumnya tugas sudah dibagi rata untuk memudahkan perjalanan. Didepan ada guide dan leader, di tengah logistik, konsumsi dan P3K,  serta sweeper di posisi paling belakang.

Ekspedisi ini adalah lanjutan dari ekpedisi sebelumnya yang dilakukan bersama Ketua Yayasan, Pimpinan Pesantren dan keluarga Darunnajah.

Tujuan dari diadakannya ekspedisi ini adalah untuk mengenal lebih dalam potensi yang dimiliki oleh Darunnajah, tafakkur alam dan yang paling utama adalah untuk mensyukuri nikmat anugerah alam yang telah Allah berikan.

Rute yang ditempuh lebih panjang dan ekstrim dengan estimasi waktu perjalanan 7 jam. Berangkat siang pukul 13.30 dan pulang sampai pesantren malam pukul 20.27 WIB.

Ekspedisi diawali dengan doa bersama dan teriakan takbir didepan gerbang asrama kampus 3.

Ekspedisi dipimpin langsung oleh Ust Trimo S.Ag. sebagai komandan hutan Darunnajah yang sangat ahli dan berpengalaman.

Kondisi medan yang ekstrim menambah serunya penjelajahan ini. Apalagi bentuk rintangannya juga bervariasi. Naik turun bukit dan lembah dengan ketinggian yang curam, menerabas semak belukar yang tajam, kubangan lumpur, bebatuan karang, dll.

Sepanjang jalan peserta tak henti terkagum-kagum dengan keindahan alam Darunnajah dan potensi yang terkandung didalamnya. Jadilah Ust Trimo dan asatidz lainnya membantu mengenalkan dan menjelaskan perihal wawasan hutan serta potensi dan pengelolaan tanah wakaf.

Aneka ragam pohon dan tumbuhan yang ditemui di sepanjang perjalanan membuat suasana semakin segar dan menyenangkan. Dengan sabar Ust Trimo dan Ust Dimyati menunjukkan tanaman-tanaman berkhasiat dan yang bisa dimakan.

Syukur alhamdulillah cuaca cukup bersahabat. Meski berangkat siang, namun panas hanya di awal. Selanjutnya lebih banyak mendung dan cerah sehingga terasa sejuk. Hujan sempat turun beberapa saat, menyegarkan tubuh yang sudah basah duluan dengan keringat.

Canda gurau antar peserta mewarnai pengembaraan ini. Tawa riang dan ocehan lucu ikut meringankan beban berat medan dan jauhnya perjalanan.

Shalat ashar beralaskan rumput dan daun pisang disamping cekdam, rasanya nyess sejuk sekali. Adem di hati. Ditambah lagi angin sepoi-sepoi yang semriwing datang menggoda..

Pemandangan sore ditutup matahari terbenam di barat langit. Sejurus kemudian tim ekspedisi menunaikan shalat magrib berjamaah di musholla kampung samping danau ciapus. Ujung batas lahan wakaf dan kapling Darunnajah.

Dinginnya malam disambut dengan api unggun kecil dan bakar ayam di pinggir danau. Alhamdulillah sukses melepas dahaga dan mengembalikan stamina yang sempat terkuras.

Syukur yang teramat dalam.. Itu yang dirasa. Betapa besar anugerah yang Allah titipkan kepada Darunnajah. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi perjuangan kita semua.

Usai menikmati santap malam istimewa, tim melanjutkan perjalanan dengan menembus hutan ditengah gelapnya malam yang pekat. Tenang sekali rasanya, tak ada rasa takut.

Meski di sekitar hanya ada pohon dan bayang-bayang hitam. Meski nyaris tak ada penerangan selain cahaya hp dan senter kecil. Tak ada risau, hanya syukur dan syukur.

Pukul 20.27… Tim ekspedisi akhirnya sampai di pesantren. Mundur 2 jam dari rencana semula, ternyata medan yang ditempuh tak semudah yang dibayangkan. Allahu Akbar!

Yaa Allah ya Tuhan kami. Berilah kekuatan kepada para pejuang Darunnajah sepanjang zaman.. Berilah pahala kebaikan yang terus mengalir kepada semua waqif, pendiri, guru, dan semua yang berjasa terhadap Darunnajah.

Amiin.. Al Fatihah.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Biografi Maulana Malik Ibrahim (1404-1419 M)

Maulana Malik Ibrahim rah.a putra dari Syekh Jumadil Kubra (Maulana Akbar)[1]. Pada umumnya, silsilah Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk keturunan Rasulullah SAW, Meskipun masih terjadi