Eco Pesantren Cluster Banten

Eco Pesantren Cluster Banten

{mosimage}SERANG/dn3.com Pembukaan Sosialisasi Program Eco Pesantren dan Pelantikan Kader Lingkungan Pesantren Cluster Banten Tahap II dibuka secara resmi oleh Dr. Henry Bastaman, MES sekalu Deputi VI Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Dalam kata sambutannya Henry Basraman menegaskan bahwa ”sekarang sudah tidak ada lagi waktu untuk menyadarkan masyarakat secara sekuler, tetapi bahasa agama-lah yang paling tepat untuk mengembalikan manusia ke khitahnya, yaitu menyelamatkan lingkungan karena pada dasarnya manusia berasal dari lingkungan dan akan kembali ke lingkungan. Dan oleh karena itu maka KNLH memilih Pondok Pesantren sebagai salah satu mitra strategis dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup”.

Kegiatan yang diprakarsai Asisten Deputi Urusan Masyarakt Perkotaan  Bapak Bambang Widyantoro ini diselenggarakan bersama dengan Pondok Pesantren Darunnajah 3 Al-Manshur Serang. Dalam kata sambutan Ketua Pelaksana selaku Pimpinan Pesantren Darunnajah 3 Drs.KH. Mustofa Hadi Chirzin menjelaskan bahwa “target kegiatan ini adalah tersosialisasikanya eco-pesantren secara luas dan pembentuk kader-kader lingkungan militan yang berasal dari pondok-pondok pesantren”.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Kasi Pekapontren Depag Provinsi Banten H. Iding M.Si. dalam kesempatan tersebut menjalaskan bahwa“Pondok Pesantren di Banten dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok berdasarkan materi pengajarannya, yaitu: (1) yang mendalami kitab kuning saja, (2) mendalami kitab kuning dan menyelenggarakan pendidikan, dan (3) mendalami kitab kuning, menyelenggarakan pendidikan, dan penerapkan training skill” ditambahkan  bahwa “ Pesantren di Provinsi Banten terdapat 2.635 Pondok Pesantren, dan 2/3 dari jumlah itu beradai di kawasan perkotaan”.

Pada pemaparan makalahnya, KH.Thanthowi D. Musaddad dari Pondok Pesantren Al-Wasilah Garut Jawa Barat memberikan dasar-dasar pemikiran yang merupakan titik temu antara pelestarian lingkungan hidup dengan ajaran agama Islam. Menurut KH. Thontowi, ”keutamaan melestarikan lingkungan hidup dalam ajaran islam merupakan: shodaqoh jariyah, tanda syukur kepada Allah SWT, jalan mendapatkan ampunan, perbuatan saling menyayangi sesama mahkluk hidup dan memberikan kebahagiaan kepada sesama”.

Ir. Bambang Widyantoro selaku Asisten Deputi pada kesempatan sosialisasi menyampaikan maksud Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mengadakan lomba penyusunan program eco-pesantren kepada seluruh peserta. Kepada pemenang lomba akan diberikan dana untuk merealisasikan program yang diajukan tersebut.

Pembentukan kader lingkungan sekaligus sosialisasi eco pesantren kali ini diikuti oleh 75 kader dari 25 pesantren yang tersebar di 5 kabupaten dan 2 kota di  Banten. Acara yang dilaksanakan pada hari Selasa, 3 Maret 2009 bertempat di Hotel Mahadria Serang dari jam 08.30 – 16.00 wib.

Pendaftaran Santri Baru