DUA STAFF IT DARUNNAJAH CIPINING STUDY BANDING KE PESANTREN DAAR ELQOLAM GINTUNG

Jum’at, 23 Juli 2010 tepatnya jam 09.00 pagi dua staff Biro IT Darunnajah Cipining ustadz Asmari Ichsan dan ustadz Hafidz Mahyudin berangkat menuju pesantren Daar el-qolam Tangerang guna study banding tentang anjuran membawa dan menggunakan laptop bagi santri.

Sebenarnya keinginan untuk menganjurkan santri membawa laptop sudah lama diinginkan oleh pimpinan pesantren darunnajah cipining, mengingat manfaat yang besar yang bisa didapat santri dari penggunaan laptop tersebut, diantaranya semakin banyaknya buku-buku elektronik (e-book), baik yang berupa kitab-kitab berbahasa arab, buku sekolah, majalah, pengetahuan-pengetahuan umum dll. yang tentunya akan sangat membantu untuk peningkatan pengetahuan santri, terlebih di pesantren darunnajah cipining sudah ada internet hot spot 24 jam yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja, namun keinginan ini masih sering terbentur dengan belum adanya sistem yang tepat untuk menghindari akibat negative dari penggunaan perangkat IT  tersebut.

Hal inilah yang melatarbelakangi pengiriman dua staff ITnya untuk studi banding ke pesantren Daar El Qolam Gintung Tangerang yang memang sudah menganjurkan santrinya untuk membawa laptop mulai tahun 2007.  Pukul 10.30 dua staff Darunnajah Cipining ini sampai di pesantren Daar El Qolam Tangerang, langsung menuju ruang skretariat dan diterima langsung oleh sekretaris pesantren dan diberikan petunjuk untuk menemui ustadz Wili Saefurrohman selaku ketua ICT di Daal El-Qolam, Alhamdulillah kita bisa langsung menuju tempat kerja beliau yang ada di kantor daar el qolam excellent class program dan langsung diajak untuk masuk keruang Laptop Storage Office and Multimedia, disitu kita banyak bertanya seputar manajemen penanganan laptop santri.

Beberapa hal yang dijelaskan oleh ustadz alumni universitas ITI Serpong ini adalah setiap santri yang menitipkan laptop harus registrasi terlebih dahulu guna mendapatkan loker tempat menitipkan laptop yang sudah lengkap dengan nomor dan kuncinya, serta untuk mendaftarkan laptopnya agar bisa terkoneksi dengan internet hotspot yang ada.

Adapun tehnik untuk penjagaan ruangan tersebut mereka menugaskan beberapa santri yang sudah terseleksi guna menjaga ruangan tersebut dan merekalah yang bertanggung jawab atas pengambilan laptop, karena setiap pemilik laptop tidak diperkenankan untuk mengambil sendiri, mereka cukup melihatkan kartu anggota dan mengisi daftar pengambilan laptop.

Sedangkan untuk aspek keamanan penggunaan laptop tersebut dari penggunaan-penggunaan negative dan over time maka santri hanya diperkenankan untuk menggunakan laptop selepas sholat ashar sampai jam 5 sore dan jam 20.30 s.d. jam 22.00 malam dan hari-hari libur tentunya , pemblokiran situs-situs terlarang dan pengawasan penuh dari kamera CCTV yang ontime 24 jam.

Untuk biaya penitipan laptop dan penggunaan internet sudah include dalam spp bulanan santri sehingga mereka tidak perlu repot untuk pembayarannya. Trus bagaimana dengan yang tidak membawa laptop? “mereka diperkenankan menggunakan lab computer yang ada” ujar pria asal karawang tersebut.

Semoga dengan studi banding ini pesantren mampu segera mewujudkan keinginannya dan pesantren darunnajah cipining semakin maju. Amienn (wardan/asmari)