Kegiatan di Pesantren yang padat membuat waktu yang dimiliki santri semakin bermakna, dan nikmatnya hidup di Pondok akan lebih terasa. Dengan memanfaatkan waktu dengan sebaiknya, akan banyak manfaat yang diperoleh. Saat ini santri-santri Pesantren Darunnajah Cipining sedang dihadapkan oleh sejumlah agenda-agenda besar, diantaranya adalah PORSEKA (Pekan Olahraga Seni dan Pramuka) yang akan dibuka pada hari Rabu 21 Juli 2010. Tak ayal lagi, seluruh santri turut merasakan kesibukan ini, ada yang sibuk latihan untuk mempercantik atraksinya pada hari H nya nanti, ada juga yang mengasah bakatnya, agar dalam perlombaan yang akan diselenggarakan dalam PORSEKA ke 23 nanti ini mendapatkan Prestasi yang memuaskan.
Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc menyampaikan dua butir amanat yang berharga pada saat setelah melaksanakan Shalat Ashar berjamaah, 20 Juli 2010 kemarin. Beliau menyampaikan bahwa, padatnya kegiatan santri yang sedemikian rupa ini, tentu (sebagai anak yang shaleh dan bertaqwa) tidak boleh melupakan kewajibannya, yakni Shalat berjama’ah. Shalat berjamaah adalah harga mati buat seluruh yang ada di Pesantren ini. Maka, setiap waktu shalat datang, adzan terdengar, seluruh aktifitas harus di hentikan. Jangan sampai kesibukkan kita meninggalkan shalat berjamaah.
Allah berfirman dalam Surat Al-Mu’minun : 9-11, “Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” Demikian juga Rosulullah saw bersabda ketika ditanya oleh sahabat beliau, “Amal apakah yang paling utama?” beliau menjawab “Sholat pada waktunya.” (HR. Bukhari)
Point kedua yang disampaikan oleh Pak Kyai adalah menjaga kebersihan Pesantren dengan baik, penuh keikhlasan dan tanggungjawab. Rasanya sudah menjadi hal yang lumrah jika sebuah acara besar selesai dilaksanakan, maka sampah biasanya akan berserakan dimana-mana. Tentu hal ini juga tidak boleh terjadi di Pesantren ini, alam lingkungan yang indah nan asri tidak boleh terganggu.
Menyimpan sampah pada tempatnya adalah suatu kebajikan. Sekecil apapun kebaikan akan Allah perhitungkan dan akan dibalas dengan kebaikan berlipat ganda. Allah swt berfirman:
“…dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS An-Nisa : 40)
Kebersihan lingkungan yang terjaga, akan menjaga kesehatan dari berbagai serangan penyakit. Jika penyakit datang, maka keinginan untuk belajar juga akan terganggu. Maka dari itu mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati. [WARDAN/Kang DR].