DARUNNAJAH.COM, Jakarta- Masih Ingatkah, betapa hebatnya para pejuang bangsa dalam mempertahankan dan merebut  kemerdekaan negara kita dari tangan penjajah?. Kita sebagai rakyat Indonesia dan sebagai bangsa yang besar harus dapat menghormati dan menghargai jasa para pahlawan bangsa kita.

Upacara Memperingati Kemerdekaan Indonesia ke- 73 di Pondok Pesantren Darunnajah

Upacara Memperingati Kemerdekaan Indonesia ke- 73 di Pondok Pesantren Darunnajah

Sebuah momen sejarah bangsa Indonesia dalam menggapai cita. Kita ketahui bersama selama beberapa dekade sebelum tahun 1945, rakyat Indonesia telah berjuang untuk kebebasan negeri kita selama ratusan tahun. Berapa jiwa melayang demi sebuah asa; Merdeka. Merdeka atau mati berkumandang serentak di penjuru negeri. Orang tua, pemuda, anak-anak pun bermufakat atas kemerdekaan bangsa dan tanah air dari cengkeraman para penjajah. Bahwa penjajahan di atas muka bumi adalah sebuah tindakan tak terpuji dan tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan.

Ustadz. M. Fajar Nurochman, M.M. selaku pembina upacara di Pondok Pesantren Darunnajah

Ustadz. M. Fajar Nurochman, M.M. selaku pembina upacara di Pondok Pesantren Darunnajah

Dalam pidatonya, Ustadz. M. Fajar Nurochman, M.M. selaku pembina upacara di Pondok Pesantren Darunnajah menegaskan,

“Kalaulah Presiden Soekarno pernah mempunyai semboyan ‘Jasmerah’ yg artinya Jangan sekali2 melupakan sejarah, yang pernah beliau ucapkan dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966, maka izinkan saya mempunyai semboyan ‘Jasmentri’, JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN JASA SANTRI.”

Hari ini, hari Jumat, 73 tahun yang lalu, di hari yg sama, Bangsa ini memproklamirkan kepada seluruh penduduk dunia bahwa Indonesia bebas dari penjajahan. Kenapa sewaktu itu yg dipilih adalah hari Jumat? Kenapa tidak hari Selasa, Rabu, Sabtu dan lainnya? Ada apa dengan hari Jumat? Karena memang orang-orang yang mengumumkan kemerdekaan kita dari penjajahan adalah orang-orang yg religius, orang2 yg agamis, mereka bukan hanya sekedar pejuang rasionalis.

Mereka tahu bahwa induk dari segala hari adalah hari Jumat, karena mereka percaya, siang-malam mereka bersaksi “Asyhadu Alla Ilaha Ilallah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah”, Nabi Muhammad sudah mensabdakan bahwa ada 1 hari dipilih oleh Allah, “Sayyidul Ayyam”, itulah hari Jumat. Mereka para pejuang ingin bahwa kemerdekaan itu dibantu oleh para Malaikat.

Perjuangan negeri ini adalah karena Rahmat Allah, ini tertuang pada pembukaan UUD negara Republik Indonesia 1945, kemerdekaan kita atas berkat Rahmat Allah SWT dan diiringi dengan keinginan yg luhur dari Bangsa Indonesia.

Dengan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ini, kita berharap semoga kita dapat meningkatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada tanah air tercinta, juga meningkatkan semangat kita untuk belajar lebih rajin lagi, agar kita sebagai generasi muda bisa menjadi generasi yang membuat negara tercinta kita makmur, aman dan tentram.

Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur.

Dari Pesantren Untuk Indonesia

Dari Pesantren Untuk Indonesia

Sang saka merah putih berkibar bebas

Karena pahlawan-pahlawan yang ikhlas

Memperjuangkan Indonesia agar terlepas

Dari penjajah yang sadis dan pemeras

Kini kita dapat tertawa puas

Menggapai mimpi dengan bebas

Asal rajin dan tak malas

Melanjutkan kemerdekaan dengan tegas

________________________________________________________________________

Official Admin: Zuhdy