Medio Juli yang baru lalu Direktur TMI Pesantren Darunnajah Cipining Ustadz Muhamad Mufti menghadiri Workshop Nasional Sosialisasi Sertifikasi Guru Pesantren Muadalah. Workshop diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, bekerjasama dengan Pondok Pesantren Salafiyah Amanatul Ummah Surabaya.

Ustadz Mufti mewakili pimpinan pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc., mengingat pada hari-hari tersebut bersamaan dengan mulai mukimnya para santri baru di Darunnajah Cipining. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, 17 s.d 19 Juli 2010, bertempat di pesantren dimaksud. Adapun akomodasi peserta workshop disediakan di Hotel Utami Jl. Ir. H. Juanda. Workshop diikutioleh kiai/direktur TMI dan guru calon peserta sertifikasi dari 32 pesantren muadalah seluruh Indonesia.

- Advertisement-

Workshop kali ini adalah yang keempat sejak tahun 2007. Selama 3 tahun terakhir (2007, 2008, dan 2009) TMI Darunnajah Cipining selalu mendaftarkan guru-gurunya untuk sertifikasi pada berbagai bidang studi. Alhamdulillah kini telah ada 29 guru yang lulus dan memperoleh sertifikat pendidik.

Pada sesi pembukaan disampaikan sambutan tuan rumah Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A. Pimpinan Pesantren Amanatul Ummah ini mengungkapkan kegembiraan dan kesyukurannya dapat dipercaya menjadi tuan rumah acara berskala nasional tersebut. Selain berterima kasih kepada pihak Kementerian Agama RI dan para peserta, beliau juga memperkenalkan pesantren yang diasuh dan dipimpin secara singkat.

Selanjutnya Drs. H. Chairul Fuad Yusuf, S.S., M.A. menyampaikan sambutan sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, sekaligus membuka workshop secara resmi. Beliau kembali menegaskan peran penting guru dalam kegiatan belajar mengajar, dan urgensi peningkatan mutu guru. Salah satu program peningkatan mutu guru adalah sertifikasi.

Pada sesi I disampaikan seluk beluk sertifikasi guru dalam jabatan oleh Dr. Nurzaman, salah seorang Kasubdit pada Ditjen Peningkatan Mutu Pendidika dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional.

Sesi II diisioleh Pimpinan Pesantren Amanatul Ummah, Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A. dan Prof. Dr. K.H. Husein Aziz, M.A. Kedua beliau memaparkan sejarah, visi-misi, tujuan, dan filosofi Amanatul Ummah. Kedua ulama dan cendekiawan ini menekankan pentingnya mendirikan lembaga pendidikan Islam yang unggul dan utuh (agama dan umum). K.H. Asep antara lain mengatakan, “Hidup adalah perebutan dominasi idealisme (dakwah).”

Adapun Prof. Husein Aziz memaparkan antara lain pentingnya warga pesantren, terutama Kiai dan gurunya, mencontoh jiwa besar pedagang dan parasufi. “Islam di Indonesia (nusantara) dikenalkan dan dikembangkan oleh para pedagang dan sufi”, kata beliau. Para pedagang, lanjut beliau, mempunyai sifat-sifat yang perlu ditiru, antara lain: etos kerja tinggi; menjaga kualitas dagangan; melayani dengan baik; pandai membaca peluang (kebutuhan konsumen); dan pandai meyakinkan konsumen (bahwa dagangannya yang terbaik). Sedangkan para sufi, masih menurut Kiai Husein, perlu ditiru dari spirit ma’rifatullah, muraqabah, wara’, iffah, dan kesederhanaan (kesahajaan) mereka.

Sesi-sesi berikutnya diisi oleh Dr. H. Hasbi Indra, M.A. (Kasubdit Pendidikan Diniyah, Direktorat PD Pontren); Dr. Aunur Rofiq Dawam, M.A. (Staf Subdit Pend. Diniyah); dan Dr. Undang Sumantri, M.A. (Kasubag TU Dit PD Pontren).

Workshop ditutup secara resmi oleh Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr. H. Affandi Mochtar, M.A. Dalam kesempatan tersebut Dr. Affandi mensinyalir kini telah terjadi pemisahan antara dakwah dan pendidikan, hal yang semestinya tidak terjadi di lembaga pendidikan pesantren. Lebih jauh beliau menyampaikan bahwa misi pendidikan Islam di Indonesia adalah: agar bagsa ini tetap beragama (religious); agar para fuqaha, ulama’, dan cendekiawan muslim tetap tumbuh di negeri ini; untuk terus menghidupkan harakah Islamiyah (organisasi/gerakankeagamaan) yang fungsional bagi pembangunan bangsa.

Adapun K.H. Asep menambahkan, bahwa warga pesantrenlah (terutama pesantren salafiyah) yang paling berhak atas Negara Kesatuan Repulblik Indonesia, karena mayoritas para syuhada’ yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia adalah para Kiai dan santri. Beliau juga mengingatkan, mengutip kata-kata para pendahulu, bahwa untuk merdeka tidaklah terlalu sulit. Yang lebih sulit adalah mengisi kemerdekaan itu agar Indonesia menjadi baldatun thayyibah wa rabbun ghafur.

Pembekalan Peserta Sertifikasi

Di tempat dan waktu yang sama diselenggarakan Workshop Pembekalan Calon Peserta Sertifikasi Guru Pesantren Muadalah Dalam Jabatan. Masing-masing pesantren dijatah mengutus 1 orang guru. Dari TMI Darunnajah Cipining diutus Ustadz A. Abdulloh Khuseini, S.Pd.I.

Selain pada sesi pembukaan dan penutupan peserta workshop dibagi menjadi dua kelas.Peserta kelas pertama adalah para pimpinan pesantren muadalah, kepala seksi PKPontren/TOS pada Kanwil Kemenag Propinsi, dan Kasi PKPontren Kankemenag Kabupaten/Kota yang ada pesantren muadalahnya. Adapun peserta kelas kedua adalah para guru calon peserta sertifikasi tahun 2010.

Pada tahun 2010 ini TMI Pesantren Darunnajah Cipining mendaftarkan 2 orang guru untuk mengikuti sertifikasi. Selain Ustadz Khuseini, pesantren juga mendaftarkan Ustadz Imam Ghozali, S.Pd.I. Semoga mereka nantinya berhasil lulus dengan baik dan dapat memperkuat barisanpara guru professional di Darunnajah Cipining. [WARDAN/Laporan Abu Mujahid].

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.