Direktur TMI Buka Ujian Lisan

Dengan dimulainya ujian semester genap tahun pelajaran 2010-2011 pada hari Sabtu (28/5) ini, Direktur TMI, Ustadz Musthofa Kamal, M.Ag. secara resmi telah membuka pelaksanaan ujian yang pada pekan ini dimulai dengan ujian lisan (syafahi). Hal ini dilakukan pada pelaksanaan apel pagi di lapangan basket Darunnajah Cipining yang turut dihadiri seluruh dewan guru sebagai tim penguji dan seluruh santri sebagai peserta ujian.

Beberapa hal yang disampaikan beliau soal pelaksanaan ujian adalah keseriusan santri dalam belajar. Beliau mengatakan bahwa ujian akhir semester ini terkait erat dengan penentuan kenaikan kelas. Maka, bagi yang tidak serius, akan mendpatkan akibat yang sangat merugikan, yaitu gagalnya ujian dan berakibat pada tidak naiknya kelas pada tahun depannya.

Namun demikian, beliau juga menyinggung soal akhlak. Eksistensi pesantren sebagai penyangga moral juga akan melibatkan akhlak dalam menentukan kenaikan kelas, sehingga dalam hal ini, santri perlu menjaga akhlak sebagai salah satu syarat sukses belajar di pesantren. Bagaimanapun juga, akhlak sangatlah penting sebagai penyeimbang prestasi akademik santri.

Hal lain yang menjadi point nasihat adalah tentang ibadah. “Selain usaha yang telah maksimal anak-anak lakukan, perlu juga sebuah do’a sebagai pelengkap ikhtiar. Maka, silahkan seiring dengan memperbaiki diri melalui belajar, lakukan pula perbaikan dalam hal ibadah. Insya Allah, semakin dekat kalian kepada Allah, semakin mudah juga kalian mendapatkan pertolongan Allah, khususnya dalam ujian kali ini. Semoga, ujian ini menjadi wasilah memeperbaiki kualitas ilmiah dan imaniah kita semua.Amin.”

Maka, menyikapi ujian lisan ini, beliau menjelaskan, sekurang-kurangnya 2 hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah tampilan fisik. Hal ini terkait dengan keadaan dzohir peserta ujian seperti kerapihan rambut, pakaian seragam, dan kesehatan. Fisik ini, haruslah terlihat tampat siap dan berdisiplin, sehingga selama proses ujian tidak ditolak oleh guru penguji karena terdapat kendala teknis seperti rambut panjang atau tidak mengenakan pakaian seragam.

Kedua masalah akademik, yaitu penguasaan materi ujian. Beliau mengingatkan agar peserta ujian tidak salah membuat persiapan ujian. Karena jika tidak siap dalam ujian, maka secara otomatis, berakibat fatal pada hasil ujian nantinya. Pada ujian lisan kali ini, diharapkan agar semua materi dapat dipersiapkan secara matang.


Pada kesempatan ini juga, mewakili panitia ujian, Ustadz M. Nurrahman dapat membacakan tata tertib peserta ujian selama mengikuti ujian. Tata tertib ini berlaku untuk semua peserta dan menjadi disiplin yang menjadi pengontrol kesuksesasan pelaksanaan ujian. Di akhir apel, Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom memimpin do’a dengan harapan, segala hal yang terbaik dan husnul khotimah menjadi milik santri. Amin. (Wardan/Billah)