"Di Darunnajah, Apa yang kamu cari?" Awali Tahun Ajaran Baru dengan Tajdidun Niyah "Di Darunnajah, Apa yang kamu cari?" Awali Tahun Ajaran Baru dengan Tajdidun Niyah

“Di Darunnajah, Apa yang kamu cari?” Awali Tahun Ajaran Baru dengan Tajdidun Niyah

Ratusan santri putra memadati Aula Kampus 3 pada Ahad, 19 Juli 2026, dalam kegiatan Tarhib Kedatangan Santri Lama yang diselenggarakan oleh Departemen Pengasuhan Santri. Seluruh santri dari kelas 1 hingga 6 hadir mengikuti acara yang digelar sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan mereka datang tepat waktu ke pondok. Tarhib ini sekaligus menjadi pengingat dan penyemangat di awal tahun ajaran baru. Wakil Direktur Departemen Pengasuhan Santri, Ust. Muhammad Zaky Perdana, S.Pd., hadir langsung memberikan tausiyah kepada para santri.

Dalam sambutannya, Ust. Muhammad Zaky Perdana mengangkat tema Tajdidun Niyah atau memperbarui niat, sebuah pesan yang relevan bagi santri yang baru kembali dari masa liburan. Ia mengajak para santri untuk meluruskan kembali tujuan mereka menimba ilmu di pesantren sebelum memasuki rangkaian kegiatan tahun ajaran baru. Momen pembaruan niat ini dipandang penting agar semangat belajar santri tidak sekadar mengikuti rutinitas, melainkan tumbuh dari kesadaran dan tujuan yang jelas. Pesan ini disampaikan dengan bahasa yang dekat dan mudah dipahami, sehingga santri dapat merenungkannya dengan sungguh-sungguh.

Salah satu bagian yang paling membekas dalam tarhib tersebut adalah pertanyaan reflektif yang dilontarkan Ust. Muhammad Zaky Perdana kepada seluruh santri. “Di Darunnajah, Apa yang kamu Cari?” ujarnya, menjadi kalimat yang menggugah kesadaran para santri atas tujuan mereka menuntut ilmu. Pertanyaan sederhana itu berfungsi sebagai tolok ukur kesiapan mental dan spiritual santri dalam menyambut tahun ajaran baru. Banyak santri yang tampak terdiam sejenak merenungkan jawabannya masing-masing.

Kegiatan tarhib semacam ini memiliki makna filosofis yang dalam bagi kehidupan santri di pesantren. Islam mengajarkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya, sehingga memperbarui niat di awal perjalanan menjadi langkah penting agar proses belajar membawa keberkahan. Tradisi menyambut santri dengan tausiyah dan doa juga mencerminkan perhatian pesantren terhadap aspek batin santri, bukan hanya kedisiplinan fisik semata. Nilai inilah yang terus dijaga oleh Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam setiap momentum awal tahun ajaran.

"Di Darunnajah, Apa yang kamu cari?" Awali Tahun Ajaran Baru dengan Tajdidun Niyah

Suasana Aula Kampus 3 selama kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para santri terlihat menyimak dengan saksama setiap pesan yang disampaikan, sesekali menjawab pertanyaan retoris yang dilontarkan pembicara. Respons positif ini menunjukkan bahwa pendekatan tarhib mampu menyentuh sisi emosional dan spiritual santri, bukan sekadar seremoni pembuka tahun ajaran. Antusiasme tersebut menjadi indikator awal yang menggembirakan bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar ke depan.

Melalui tarhib ini, Departemen Pengasuhan Santri berharap semangat yang telah dibangkitkan dapat terus terjaga sepanjang tahun ajaran baru. Pembaruan niat yang disampaikan diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk lebih bersungguh-sungguh mengikuti setiap kegiatan pesantren ke depannya. Perjalanan menuntut ilmu memang tidak selalu mudah, namun dengan niat yang lurus, setiap langkah kecil dapat bernilai ibadah. Mari dukung dan doakan para santri agar konsisten menjaga semangat ini hingga akhir tahun ajaran.