Rapat rutinan Musyrifah dan Murobbiyah kembali digelar di Aula Fatimah Al-Fihri, pada Rabu (13/08). Para ustadzah berkumpul untuk mengikuti sesi pengarahan yang dipandu oleh Ustadzah Suniati Haris, S.Ag., dan Ustadzah Ana Mardiana, S.Sos.
Dalam arahannya, Ustadzah. Suniati Haris menekankan pentingnya pelaksanaan program Baca Tulis Al-Qur’an secara konsisten bagi para santri. Beliau mengingatkan bahwwa, setiap ustadzah memiliki kewajiban untuk membimbing para santri dalam pelaksanaan program Baca Tulis Al-Qur’an. Selain itu, beliau juga mengajak para ustadzah untuk memastikan setiap santri mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kitab suci tersebut.
Sementara itu, Ustadzah Ana Mardiana mengingatkan pentingnya kehadiran ustadzah dalam sesi pendampingan baca Al-Qur’an bersama kelompok santri. Beliau menekankan bahwa proses tadabbur Al-Qur’an harus dilandasi dengan menjaga adab terhadap Al-Qur’an, baik dari segi bacaan maupun sikap.
Dalam pesannya, beliau mengajak para ustadzah untuk tidak menyia-nyiakan masa pengabdian sebagai musyrifah. Menurutnya, ini adalah kesempatan emas untuk berbaur dengan santri, menanamkan pemahaman yang baik, serta menjadi figur ustadzah yang sederhana dan mampu menjadi uswatun hasanah.
Beliau juga mendorong para ustadzah untuk terus berjuang, berani keluar dari zona nyaman, dan mempersiapkan diri menjadi perempuan tangguh. Hakikatnya, perempuan akan berperan sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) bagi anak-anaknya kelak. Seorang perempuan harus mampu menjadi istri yang patuh kepada suami, wanita salehah yang menjaga aurat, pergaulan, adab, serta perilaku.
“Kita harus menjadi wanita yang mahal, karena perempuan memiliki kehormatan yang tinggi. Semakin kita menjaga diri, semakin tinggi pula harga diri kita,” tegasnya.
Diharapkan dengan diadakannya kumpul ini, para Musyrifah dapat memperkuat komitmen dalam membina santri dengan penuh kesungguhan, kedisiplinan, dan keteladanan, sehingga terbentuk generasi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia.
