Pada Selasa, 8 Oktober 2024,Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah dan Rektor Universitas Darunnajah melakukan kunjungan ke Islamic Society of Baltimore (ISB) Maryland, Amerika Serikat. Rombongan yang terdiri dari 13 tokoh pendidikan Islam ini disambut dengan hangat oleh pengurus ISB di kompleks masjid yang megah di Woodlawn, Maryland, menciptakan suasana yang penuh keakraban dan persaudaraan.
Dalam pertemuan yang penuh kehangatan ini, kedua belah pihak saling bertukar pikiran mengenai potensi kerjasama yang dapat dijalin. Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah dengan antusias mempresentasikan keunggulan sistem pendidikan Islam berbentuk pesantren baik di tingkat siswa maupun mahasiswa yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan umum, tanpa adanya dikotomi antara keduanya. Di sisi lain, Kepala sekolah ISB, SH. Saad Baig, menjelaskan bahwa Islamic Society of Baltimore (ISB) adalah pusat komunitas Muslim yang didirikan pada tahun 1969, berlokasi di Catonsville, Maryland.
ISB berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus menyediakan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan komunitas Muslim, termasuk sekolah penuh waktu, klinik kesehatan komunitas, dan program pendidikan seperti Quran Academy dan Sunday School. Organisasi ini berkomitmen untuk mengembangkan pemimpin Muslim masa depan dan mempromosikan inklusivitas serta toleransi di antara anggotanya. Selain itu, ISB aktif dalam kegiatan layanan sosial, serta menyediakan dukungan bagi keluarga dengan kebutuhan khusus.
Salah satu gagasan menarik yang muncul dalam pertemuan tersebut adalah rencana pengembangan program pertukaran pelajar dan pengajar. Para pimpinan pesantren menawarkan beasiswa bagi pelajar Muslim Amerika untuk belajar di Indonesia. Tawaran ini disambut antusias karena diyakini akan membuka wawasan baru dan memperkuat ikatan persaudaraan antara kedua belah pihak.
Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah juga mengundang akademisi ISB untuk menjadi observer tamu di Indonesia, baik ke pesantren maupun perguruan tinggi. Usulan ini disambut hangat oleh pihak ISB, yang melihatnya sebagai peluang emas untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan-rekan di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti berbagai ide kerjasama yang telah dibahas. Kedua belah pihak sepakat bahwa pertemuan ini adalah langkah awal yang sangat positif dalam membangun jembatan persahabatan dan keilmuan antara komunitas Muslim di Indonesia dan Amerika Serikat. Dengan semangat optimisme, mereka berharap kerjasama ini akan membawa manfaat besar bagi pengembangan pendidikan Islam serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Indonesia maupun Amerika Serikat.