Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Bahas Tantangan Dakwah di Amerika Serikat

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Bahas Tantangan Dakwah di Amerika Serikat

New York – Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., beserta rombongan mengunjungi Islamic Cultural Center of New York (ICCNY) dalam rangka menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama pengurus center tersebut (13/10/24). Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas kondisi umat Islam di Amerika Serikat, khususnya di New York. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat, di mana pengalaman dan wawasan terkait perkembangan komunitas Muslim di Amerika dibagikan secara terbuka.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah mengungkapkan tantangan dalam perkembangan dakwah di Indonesia, sementara Imam Masjid ICCNY, Syaikh Abdurrahman, menjelaskan peran penting center ini sejak berdiri pada 1960-an. ICCNY tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan kegiatan sosial yang memperkuat ikatan komunitas Muslim di New York. Terletak di jantung pusat bisnis dunia, center ini juga menjembatani hubungan antara Muslim dan non-Muslim.

Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah tantangan dakwah di kota besar seperti New York. Syaikh Abdurrahman menceritakan program-program outreach yang dilakukan oleh ICCNY, seperti tur masjid untuk non-Muslim dan dialog antar-iman yang rutin diadakan. Fakta menarik juga diungkapkan bahwa setiap minggu rata-rata 3-7 orang memeluk Islam melalui program-program ini, menunjukkan minat yang terus tumbuh terhadap Islam di tengah kehidupan metropolitan.

Namun, perjalanan dakwah di New York tidak tanpa tantangan. Isu Islamofobia masih menjadi salah satu hambatan terbesar. Untuk mengatasinya, ICCNY aktif terlibat dalam masyarakat melalui program edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelajar, akademisi, hingga pejabat pemerintah yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Islam. Hal ini memperkuat peran ICCNY dalam membangun jembatan pemahaman lintas agama.

Pertemuan selama 1,5 jam tersebut ditutup dengan optimisme. Kedua pihak sepakat bahwa keterbukaan, dialog, dan partisipasi aktif dalam masyarakat merupakan kunci keberhasilan dakwah di era modern. Mereka berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dan kerja sama demi meningkatkan pemahaman Islam di kancah global.

Pendaftaran Santri Baru