Debat Terbuka Santriwati Darunnajah 3: Latih Nalar Kritis dan Keberanian Beropini Debat Terbuka Santriwati Darunnajah 3: Latih Nalar Kritis dan Keberanian Beropini

Debat Terbuka Santriwati Darunnajah 3: Latih Nalar Kritis dan Keberanian Beropini

Diskusi terbuka bertajuk peran wanita dalam pendidikan digelar oleh santriwati kelas akhir TMI 2026 di Aula Fathan Mubina, Darunnajah 3, pada 4 Maret 2026. Kegiatan ini dikemas dalam format debat terbuka dengan sistem Asian Parliamentary Debate, yang bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis serta keterampilan berargumentasi para peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh santriwati kelas 6 yang dibagi ke dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok mengirimkan tiga perwakilan terbaik untuk berdebat setelah melalui proses seleksi dalam program fathul kutub. Para peserta tampil sebagai tim pro dan kontra dalam dua mosi utama yang diangkat tahun ini.

Adapun mosi yang diperdebatkan mencakup isu gaya berpakaian remaja wanita yang dikaitkan dengan dampak kekerasan seksual, serta pandangan mengenai ketergantungan prestasi siswa terhadap akreditasi sekolah. Kedua topik tersebut dinilai relevan dengan dinamika sosial dan pendidikan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Diskusi dipandu oleh Ust. Aceng Muhammad Mahfud Ma’ruf selaku moderator yang juga merupakan panitia Ujian Kelas Akhir TMI 2026. Sementara itu, penilaian dilakukan oleh dua juri, yakni Ust. Ahmad Darussofi, S.Pd. dan Usth. Yosvi Anggrariani Putri, S.Pd.

Dalam pelaksanaannya, suasana debat berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para debater aktif menyampaikan argumentasi, memberikan sanggahan, serta mengajukan pertanyaan kritis kepada lawan debat. Sorak sorai dan tepuk tangan dari audiens yang terdiri atas guru dan santriwati turut memeriahkan jalannya acara.

Sebelum pelaksanaan debat, para peserta telah mendapatkan pembekalan dari pembimbing masing-masing kelompok. Materi yang diberikan berfokus pada penguatan pemahaman terkait tema utama, sekaligus strategi dalam menyusun argumen yang logis dan sistematis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan santriwati tidak hanya mampu memahami isu-isu pendidikan secara lebih mendalam, tetapi juga memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan secara terbuka dan bertanggung jawab. Diskusi terbuka ini menjadi salah satu upaya konkret dalam membentuk generasi santriwati yang kritis, komunikatif, dan siap berkontribusi dalam dunia pendidikan.