Latih Berpikir Kritis, Darunnajah Hadirkan Lomba Problem Solving dalam Olimpiade TMI & MFK Ke-5 Latih Berpikir Kritis, Darunnajah Hadirkan Lomba Problem Solving dalam Olimpiade TMI & MFK Ke-5

Latih Berpikir Kritis, Darunnajah Hadirkan Lomba Problem Solving dalam Olimpiade TMI & MQK Ke-5

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta sukses menyelenggarakan Olimpiade TMI & MFK Ke-5 yang berlangsung pada tanggal 20–23 April 2026. Salah satu yang menjadi sorotan dalam ajang tahunan ini adalah hadirnya cabang lomba baru Problem Solving, yang dirancang khusus untuk mengasah kemampuan berpikir kritis para santri.

Pada kategori putri, kontingen Darunnajah 2 Cipining berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul kontingen Darunnajah 1 di posisi kedua. Sementara pada kategori putra, juara pertama diraih oleh kontingen Darunnajah 8 Cidokom, dengan kontingen Darunnajah 2 Cipining di posisi kedua.

Problem Solving merupakan cabang lomba baru yang dihadirkan tahun ini. Lomba ini diikuti oleh 8 kontingen putri dan 8 kontingen putra, dengan masing-masing kontingen beranggotakan 2 peserta. Berbeda dengan cabang lomba lain yang berbasis pada penguasaan suatu kitab atau buku, Problem Solving menuntut peserta untuk berpikir kritis dalam menganalisis masalah serta memberikan solusi yang kreatif, logis, dan sistematis.

Pada babak kualifikasi, peserta diminta menganalisis masalah dan memberikan solusi berdasarkan tema yang telah ditentukan, yaitu “What is the Best Way to Balance Religious Studies and General Education.” Dari babak ini, sebanyak 5 kontingen putri dan 4 kontingen putra berhasil melaju ke babak final.

Lima kontingen putri yang lolos ke babak final adalah Darunnajah 1, Darunnajah 2 Cipining, Darunnajah 3 Al-Manshur, Darunnajah 8 Cidokom, dan Darunnajah 14 Nurul Ilmi. Sementara dari kategori putra, empat kontingen yang melaju yaitu Darunnajah 1, Darunnajah 2 Cipining, Darunnajah 8 Cidokom, dan Darunnajah 14 Nurul Ilmi.

Di babak final, kesembilan kontingen finalis diberikan permasalahan beserta situasinya, yaitu “How to Handle Problematic Students Who Are Also Influential.” Mereka dituntut untuk merumuskan solusi yang aplikatif dan komprehensif terhadap kasus tersebut, dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.

Latih Berpikir Kritis, Darunnajah Hadirkan Lomba Problem Solving dalam Olimpiade TMI & MFK Ke-5

Lomba ini dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis para santri dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin akan mereka hadapi di masa depan. Dengan membiasakan diri merumuskan solusi atas berbagai permasalahan, santri Darunnajah diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga tanggap dan adaptif terhadap dinamika zaman.

Ditulis Oleh: Kireyna Azra (5E)