Pondok Pesantren Darunnajah kembali menggelar program Dauroh Bahasa Arab Ke-7 di Universitas Islam Madinah pada 27 Februari 2024. Program ini memberangkatkan 47 peserta pilihan dan 3 pembimbing yang penuh dedikasi untuk memperdalam bahasa Arab dan memperkaya ilmu agama di jantung peradaban Islam, Madinah Al-Munawwarah.
Langkah Pertama Menuju Impian
Sebelum melangkahkan kaki ke Tanah Suci, para peserta mengikuti upacara pelepasan di Pondok Pesantren Darunnajah. Momen ini semakin bermakna dengan nasihat penuh hikmah dari Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., yang mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga akhlak dan semangat belajar selama perjalanan. Didampingi oleh para ustaz dan ustazah terkemuka, rombongan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dengan penuh antusiasme dan doa.
Tantangan di Awal Perjalanan
Perjalanan tidak selalu mulus. Salah satu peserta mengalami kejadian yang tak terduga saat kehilangan tas di mushola bandara. Namun, berkat ketenangan dan kerja sama semua pihak, tas tersebut berhasil ditemukan. Kejadian ini mengajarkan nilai kebersamaan dan kewaspadaan yang menjadi bekal penting dalam perjalanan jauh.
Merajut Kenangan Tak Tergantikan di Kota Nabi
Sesampainya di Madinah, para peserta disambut dengan hangat dan langsung mengikuti sesi orientasi serta tur kampus. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Arab, tetapi juga menjadi ajang untuk menjalin persahabatan. Menghabiskan waktu bersama di Madinah, mereka berkesempatan menyusuri tempat-tempat bersejarah, menyerap hikmah dari setiap jejak perjuangan Rasulullah, dan memperkaya pengalaman spiritual yang mendalam.
Penutup yang Menginspirasi
Selama program, para peserta merasakan nilai lebih dari sekadar belajar bahasa: mereka belajar arti ketulusan, disiplin, dan kebersamaan. Dauroh Bahasa Arab Ke-7 ini diharapkan tidak hanya memperkaya ilmu para peserta, tetapi juga menginspirasi mereka untuk berkontribusi pada pendidikan Islam di Indonesia. Acara ditutup dengan doa penuh haru dan nasihat terakhir dari pimpinan pondok, yang mengingatkan bahwa ilmu yang didapat adalah amanah untuk diamalkan dan disebarkan di tanah air.