Pelatihan Tim Publikasi Darunnajah Resmi Dibuka di Learning Center Cipanas
Pelatihan Tim Publikasi Pesantren Darunnajah resmi dibuka pada Rabu, 19 November 2025, di Darunnajah Learning Center, Cipanas, Bogor. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh tim publikasi Darunnajah ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 22 November 2025, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang media dan komunikasi pesantren.
Kegiatan pembukaan dipimpin oleh Ust. Musthafa Zahir, Lc., M.A., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran publikasi di era keterbukaan informasi saat ini. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang ditujukan khusus bagi para guru yang bertugas di bidang publikasi.
Dalam paparannya, Ust. Musthafa Zahir menyoroti perubahan lanskap media yang semakin terbuka dan dinamis. Menurutnya, berbagai aktivitas di lingkungan pesantren kini mudah diakses dan dinilai oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan strategi publikasi yang tepat untuk menampilkan sisi positif pesantren secara profesional dan berimbang.
“Pesantren memiliki banyak nilai kebaikan yang dibutuhkan masyarakat. Hal-hal tersebut perlu diangkat dan disampaikan dengan baik agar mampu menjawab berbagai isu negatif yang berkembang,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan berita, manajemen media sosial, hingga etika publikasi yang sesuai dengan nilai-nilai Darunnajah. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola informasi secara efektif, sekaligus menjaga citra lembaga di ruang publik.
Selain peningkatan kompetensi teknis, pelatihan ini juga menekankan pada tujuan strategis tim publikasi, yakni mendukung pertumbuhan jumlah santri. Peningkatan jumlah santri dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan dan keberlanjutan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa tren penurunan jumlah santri saat ini terjadi secara luas, tidak hanya di pesantren tetapi juga di lembaga pendidikan lainnya. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain menurunnya angka kelahiran, kondisi ekonomi masyarakat, serta berkurangnya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan karakter.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tim publikasi mampu menghadirkan konten yang informatif, inspiratif, dan berdampak luas. Dengan demikian, pesantren dapat semakin dikenal masyarakat serta mampu menarik minat generasi muda untuk menempuh pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini menjadi langkah baik Darunnajah dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital, sekaligus memperkuat peran publikasi sebagai peran utama dalam membangun citra positif lembaga pendidikan.
