Pembukaan Pelatihan Tim Publikasi Pesantren Darunnajah Di Darunnajah Learning Center Pembukaan Pelatihan Tim Publikasi Pesantren Darunnajah Di Darunnajah Learning Center

Pembukaan Pelatihan Tim Publikasi Pesantren Darunnajah Di Darunnajah Learning Center

Pada hari Kamis, 20 November 2025 telah berlangsung Pembukaan Pelatihan Tim Publikasi Pesantren Darunnajah di Darunnajah Learning Center, Cipanas. Kegiatan ini diawali dengan Pembukaan oleh Ust. Musthafa Zahir, Lc., M.A. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya bagi para guru-guru Darunnajah, khususnya mereka yang bertugas di bagian publikasi.

Beliau juga memaparkan Sejarah terbentuknya Tim Publikasi di Darunnajah yang telah beroperasi sejak awal tahun 2001, pada masa ketika website masih sangat jarang di Indonesia. Pada tahun 2004, tim publikasi mulai terbentuk dengan tokoh-tokoh seperti Ustadz Husni Thamrin, Ustadz Azrul Azmani, dan Ustadz Nasrullah.

Darunnajah tidak hanya melakukan pelatihan publikasi internal, namun juga rutin untuk mengadakan pelatihan untuk pesantren-pesantren lain di Indonesia. Bahkan pernah melatih hampir 500 Pesantren yang berdampak luar biasa bagi kemajuan publikasi pesantren-pesantren tersebut.

Tantangan utama yang dihadapi adalah mayoritas peserta merupakan anggota baru. Hal ini memerlukan percepatan dan akselerasi pembelajaran agar peserta dapat langsung produktif setelah pelatihan. Tantangan lain adalah mempertahankan istiqamah atau konsistensi dalam berkarya. Seperti ungkapan yang disampaikan, istiqamah lebih penting daripada seribu keajaiban.

Di era keterbukaan media saat ini, segala yang terjadi di pesantren menjadi transparan dan mudah dinilai oleh masyarakat luas. Berbagai isu negatif yang muncul perlu dijawab dengan mengangkat hal-hal positif yang dimiliki pesantren. Pesantren memiliki banyak nilai positif yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan inilah yang harus menjadi fokus publikasi.

Tujuan utama tim Publikasi ini sangat sederhana namun berdampak penting sekali, yaitu memperbanyak jumlah santri. Dengan banyaknya santri, pesantren akan semakin maju dan berkembang pesat. Fakta menunjukkan bahwa tren penurunan jumlah santri telah terjadi secara nasional, tidak hanya di pesantren tetapi juga di sekolah-sekolah umum dan pemerintah. Penyebabnya antara lain penurunan angka kelahiran, penurunan taraf ekonomi, dan kesadaran pendidikan karakter yang semakin menurun.

Beliau menjelaskan bahwa pelatihan ini bersifat TOT atau Training of Trainers. Jadi tidak hanya pembekalan untuk diri sendiri, tetapi bagaimana caranya supaya bisa mengajarkannya lagi di Lembaga masing-masing. Sehingga seluruh komunitas seperti guru ataupun santri ikut mempublikasikan pesantren.

Untuk kedepannya, beliau berharap generasi sekarang dapat berbuat lebih baik daripada generasi sebelumnya. Dengan skill yang sudah lebih mumpuni karena terbiasa dengan teknologi sejak lahir, ditambah dengan pelatihan yang sistematis, tim publikasi Darunnajah diharapkan dapat terus menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain dan membawa kemajuan bagi lembaga serta masyarakat luas.