Darunnajah Perkuat Fondasi Ibadah Santri Baru Lewat Program Pendalaman Fikih Darunnajah Perkuat Fondasi Ibadah Santri Baru Lewat Program Pendalaman Fikih

Darunnajah Perkuat Fondasi Ibadah Santri Baru Lewat Program Pendalaman Fikih

Pekan pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi santri baru tahun ajaran 2026 diisi dengan program khusus bertajuk Pendalaman Fikih Ibadah. Program ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 10 hingga 16 Agustus 2026.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali santri baru dengan pemahaman dasar fikih ibadah sejak awal masa pendidikan. Materi disampaikan secara bertahap, dimulai dari pengertian bersuci hingga praktik shalat, sehingga santri memiliki fondasi ibadah yang kuat sebelum mengikuti pembelajaran lanjutan.

Setiap harinya, jam pelajaran ke-1 sampai ke-4 pukul 07.00-09.40 tetap diisi KBM reguler sesuai jadwal masing-masing kelas. Setelah waktu istirahat pukul 09.40-10.10, sesi pendalaman fikih digelar pada jam ke-5 sampai ke-7, pukul 10.10-12.10, bertempat di Aula Ibnu Rusyd untuk santri putra dan Aula Fatima Alfihri untuk santri putri.

Materi fikih wudhu menjadi pembuka rangkaian kegiatan, dibahas selama empat hari berturut-turut mulai Ahad hingga Rabu. Cakupannya meliputi pengertian bersuci, syarat dan rukun wudhu, sunnah dan makruh wudhu, hal-hal yang membatalkan wudhu, larangan bagi yang berhadas kecil, hingga praktik wudhu secara langsung yang dibimbing sejumlah pengajar dan pemateri berpengalaman.

Di hari kelima, Kamis 13 Agustus 2026, materi beralih ke fikih mandi janabah. Santri diajak memahami penyebab mandi besar, syarat-syarat mandi, rukun, sunnah, hingga makruh dan larangan bagi yang berhadas besar, disampaikan oleh Robby M. Syarif, Lc., M.H. untuk santri putra dan Azizah, M.Pd. untuk santri putri.

Rangkaian pendalaman fikih ditutup dengan materi fikih shalat pada Sabtu dan Ahad, 15-16 Agustus 2026. Santri mempelajari syarat, rukun, sunnah, hingga hal-hal yang membatalkan shalat, dilanjutkan sesi praktik shalat beserta doa setelahnya pada hari terakhir.

Setiap sesi dipandu oleh pengajar putra dan putri secara terpisah, didampingi penanggung jawab (PJ) yang mengawasi jalannya kegiatan di masing-masing hari. Pihak penyelenggara turut menegaskan bahwa pengajar jam ke-5 hingga ke-7 wajib hadir dan mengabsen anggota kelasnya, sebagai bagian dari evaluasi mudarris hissoh.

Melalui program pendalaman fikih ibadah ini, santri baru diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan tata cara bersuci dan shalat dengan benar sejak dini, sesuai tuntunan syariat.

[A.N.A]