Atmosfer khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai saat upacara pembukaan ujian tulis semester II tahun ajaran 2024/2025 digelar pada Minggu, 8 Juni 2025. Momentum ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan pintu gerbang transformasi intelektual yang akan mengukur sejauh mana santri mampu menginternalisasi ilmu pengetahuan. Kegiatan yang dipimpin Direktur Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat al-Islamiyyah (TMI) Ustadz Marfu’ul Azhari, S.Pd ini menjadi refleksi perjalanan belajar selama satu semester penuh.
Seluruh santri dari berbagai tingkatan pendidikan mengikuti upacara pembukaan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB di lapangan utama pesantren. Formasi barisan yang rapi mencerminkan kedisiplinan dan kesiapan mental santri menghadapi evaluasi komprehensif selama dua minggu ke depan. Suasana penuh konsentrasi terbangun ketika seluruh peserta menyimak arahan dan motivasi dari para pendidik yang telah mendampingi proses pembelajaran mereka.
“Ujian bukan semata pengukur kemampuan kognitif, tetapi arena jihad intelektual untuk membuktikan integritas dan komitmen terhadap ilmu,” tegas Ustadz Marfu’ul Azhari dalam sambutannya. Direktur TMI menekankan bahwa setiap soal ujian merupakan cerminan dari perjalanan spiritual dan akademik yang telah ditempuh santri selama semester berjalan. Perspektif ini mengubah paradigma ujian dari beban menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan transformasi diri yang otentik.
Pembacaan tata tertib ujian oleh Ketua Panji Ustadz Afsar Fawwaz menjadi momen penting yang menegaskan komitmen terhadap kejujuran akademik. Sebanyak 23 poin aturan dibacakan dengan jelas, mencakup aspek etika, prosedur, dan sanksi bagi pelanggaran.
Ujian semester II tahun ajaran 2024/2025 akan menguji 18 mata pelajaran untuk tingkat Tsanawiyyah dan 22 mata pelajaran untuk tingkat Aliyyah. Sistem ujian mengombinasikan pendekatan tradisional dan modern dengan alokasi waktu 120 menit per mata pelajaran. Metode evaluasi holistik ini dirancang untuk mengukur tidak hanya penguasaan materi, tetapi juga kemampuan analisis, sintesis, dan aplikasi ilmu dalam konteks kehidupan nyata.
Persiapan intensif telah dilakukan santri selama sebulan terakhir melalui program muraja’ah atau review materi. Kegiatan ini melibatkan seluruh guru dan pembimbing akademik untuk memastikan setiap santri memiliki bekal yang memadai. Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan semangat ta’awun atau tolong-menolong dalam mencapai kesuksesan bersama, sekaligus memperkuat ikatan ukhuwah di antara santri.
“Kami berharap ujian ini menjadi momentum muhasabah diri untuk mengevaluasi pencapaian dan memetakan rencana pembelajaran ke depan,” ungkap Ustadz Afshaw Fawaz. Menurutnya, hasil ujian bukan tujuan akhir, melainkan feedback konstruktif untuk mengoptimalkan potensi akademik dan spiritual santri. Visi ini menjadikan evaluasi sebagai instrumen pemberdayaan, bukan intimidasi yang menghambat kreativitas belajar.
Dukungan infrastruktur pembelajaran yang memadai turut menjadi faktor pendukung kesuksesan ujian. Pesantren telah menyiapkan 4 ruang ujian dengan kapasitas maksimal 25 santri per ruang,
Ujian tulis semester II di Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai merefleksikan komitmen terhadap excellence dalam pendidikan Islam yang menyeluruh. Setiap santri diharapkan mampu menunjukkan integritas, kreativitas, dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Mari kita dukung generasi muda ini dalam menjalani proses evaluasi yang akan membentuk karakter unggul dan berakhlak mulia untuk kemajuan peradaban Islam




