Pondok Pesantren Darunnajah terus mendorong penguatan budaya literasi dan pengembangan karya intelektual santri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Rene Turos Group dalam pengembangan penerbitan dan berbagai kegiatan literasi yang dilaksanakan pada Ahad (13/9/2026).
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Ketua Yayasan Darunnajah, KH Hadiyanto Arief, dan CEO Rene Turos Group, Luqman Hakim Arifin, di Jakarta.
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah penguatan Universitas Darunnajah Press (UDN Press) agar dapat berkembang menjadi penerbit profesional yang tidak hanya melayani kebutuhan internal kampus, tetapi juga mampu membawa karya santri dan akademisi ke tingkat nasional hingga global.
“Kami tidak ingin UDN Press hanya menjadi penerbit internal kampus, tetapi tumbuh menjadi penerbit yang profesional dan mampu menghasilkan karya berkualitas,” ujar KH Hadiyanto Arief.
Menurutnya, pesantren memiliki kekayaan gagasan dan tradisi keilmuan yang besar. Karena itu, diperlukan ekosistem yang dapat membantu mengolah gagasan tersebut menjadi karya yang berkualitas dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Rene Turos Group akan mendampingi penguatan kelembagaan UDN Press, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan, program magang, hingga pengembangan dan penerbitan buku akademik.
Tidak hanya dalam bidang penerbitan, kolaborasi ini juga akan menghadirkan berbagai kegiatan literasi, seperti bedah buku, workshop, podcast literasi, dan program kreatif lainnya.
CEO Rene Turos Group, Luqman Hakim Arifin, menyampaikan bahwa tantangan dunia penerbitan bukan sekadar menghasilkan banyak buku, tetapi bagaimana menghadirkan karya yang berkualitas sekaligus sesuai dengan kebutuhan pembaca.
“Produk literasi yang baik bukan hanya yang bagus menurut penulis, tetapi harus related dengan pembacanya,” ungkap Luqman.
Karena itu, kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem penerbitan yang lebih lengkap, mulai dari pengembangan penulis dan naskah, proses editorial, penerbitan, pemasaran, hingga distribusi.
Kerja sama ini diharapkan menjadi ruang bagi santri dan akademisi Universitas Darunnajah untuk terus berkarya, menulis, dan menyebarkan gagasan keilmuan kepada masyarakat.
Bagi Darunnajah, literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga bagian dari upaya membangun tradisi keilmuan pesantren. Melalui sinergi ini, karya santri diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan pesantren, tetapi dapat hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. (Ara Maulidia)
