Hari Arafah  adalah hari ke-9 dalam bulan Dzulhijjah dan merupakan hari ke-2 dalam ritual ibadah haji. Hari Arafah merupakan hari yang istimewa karena pada hari itu Allah SWT mendukung hamba-Nya yang memuji di Arafah untuk para malaikat. Arafah merupakan nama sebuah gunung, tempat mana Nabi Muhammad SAW berpidato di depan umat muslim untuk yang terakhir kali.

Arafah merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam, khususnya jemaah haji. Pada hari itu, jemaah haji berbondong-bondong datang ke padang Arafah untuk melaksanaka-n wukuf. Terkait diketahui, wukuf termasuk rukun haji yang paling penting.

Pada hari itu, kita umat muslim dianjurkan memperbanyak mebaca do’a dan dzikir. 

Doa merupakan ibadah yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Doa, itu adalah ibadah (HR. Abu Dawud)

Allah ‘Azza wa Jalla perintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar berdoa kepada-Nya seraya berfirman:

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu … (QS Ghafir: 60)

Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah -9 Dzulhijjah-. Maksudnya, do’a ini paling cepat diijabahi. Seharusnya kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini pada hari Arafah, diberikan kepada orang yang sedang wukuf di Arafah.

Di antara do’a yang diajurkan dibaca adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى ُ ُ ُ

LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, semua memuji dan Allah yang menguasai segala sesuatu ”

Dzikir di atas dikutip dari hadis yang diriwayatkan al-Tirmidzi sebagai Rasulullah SAW mengatakan:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة وخير ما قلت أنا والنبيون من قبلى لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير

“Sebaik-doa yang baik adalah doa pada hari Arafah. Dan baik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-DI QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berkaitan disembah hukum Allah hanya, tidak) “Ada sekutu untuk-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, semua memuji dan Allah yang menguasai segala sesuatu”. (HR. Tirmidzi no. 3585)

 

(DN.COM/arulanisrullh)