Darunnajah – (31/10) Dewasa ini, orientasi Pendidikan di Indonesia cenderung memunculkan budak bertitle; berdasi; dan hanya tertuju kepada materi tanpa mengindahkan mutu sebuah pendidikan. Kebanyakan sekolah, lebih mengutamakan pengajaran daripada sebuah pendidikan dan hal tersebut tercermin selama kegiatan belajar mengajar.
Pendidikan yang sedemikian rupa berbanding terbalik dengan dinamika kehidupan di pesantren. Dalam praktiknya, pendidikan dan pengajaran diterapkan secara seimbang. Santri belajar, berolahraga, bahkan ketika mereka terlelap, nilai pendidikan dan pengajaran tetap dijalankan karena apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan merupakan sebuah pendidikan.
Sekolah yang lebih menitikberatkan pengajaran dari pada pendidikan cenderung menghasilkan lulusan yang mahir secara intelektual saja, akan tetapi kurang beradab. Meskipun demikian, pendidikan dan pengajaran merupakan suatu kesatuan yang harus berjalan secara berdampingan dan tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu, seyogianya potret pendidikan yang lebih mengutamakan pengajaran agar mengimbanginya dengan pendidikan yang sesuai dengan norma-norma kehidupan dan perkembangan zaman agar menghasilkan lulusan yang kompetitif dan bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama.

(AR)