Come to Pesantren Again

Wardan [19/07/2013]. Setelah kurang lebih tiga pekan berlibur, kini santri, guru dan karyawan Darunnajah Cipining menjejakkan kakinya kembali ke pesantren memulai aktifitas kembali yang sempat tertunda.
Diawali kedatangan guru pesantren antara tanggal 13 Agustus (H+5 lebaran), pengurus pada tanggal 17 Agustus serta anggota 18 Agustus 2013.
Sebenarnya dalam kesunyiannya walau tidak seperti sedia kala, kegiatan pesantren selama liburan tetap berjalan. Santri kader (putra dan putri) terbagi menjadi dua kloter, sebelum dan pasca lebaran.
Mereka senantiasa berjamaah di masjid, dipimpin langsung oleh Pak Kiyai. Sebelum iqomah, setelah adzan membaca penggalan-penggalan ayat dan surat yang telah ditentukan. Hanya bedanya seusai sholat mereka membuat halaqoh-halaqoh (kelompok) untuk membaca al-qur’an maupun menyampaikan fadzilah-fadzilah.
Santri kader tetap melesetarikan sunnah-sunnah pesantren dan menjaga keamanan pesantren, dibantu dengan karyawan sekitar (tinggal di lingkungan pesantren).
Meski libur, spirit untuk menghidupkan amalan-amalan atau tradisi-tradisi pesantren tetap terjaga dan harus berjalan. “Sesungguhnya pada setiap gerakan ada berkah.”
Alhamdulillah, pada delapan belas Agustus sebagian besar santri; putra/putri, baik asrama kampus satu, dua, tiga dan santri cilik sudah berdatangan untuk melanjutkan berjuang di Pesantren Darunnajah Cipining menuntut ilmu khususnya ilmu agama.
Pagi hari (19/07/2013), seluruh santri asrama dari semua kampus, terkecuali santri cilik menjejali Masjid Pusaka untuk berjama’ah subuh. Dilanjutkan tausiah dan halal bi halal dari pimpinan pesantren, yang berakhir kurang lebih pukul 07.00 WIB.
Seluruh santri untuk berkonsentrasi kembali mengikuti kegiatan dan program-program pesantren seperti sedia kala.
Biro Pendidikan, yang dikomandoi kepala Biro, Ustadz Faruq Abshari dan Direktur TMI Ustadz Musthofa Kamal (selaku pembina apel pagi) mengecash kembali santri berasrama dan nonasrama untuk fokus, melupakan seluruh kenangan liburan dan menghadirkan kembali fisik, ruh dan alam pikirannya di pesantren secara totalitas.
Dalam hal ini Biro Pendidikan tegaskan setiap santri untuk seoptimal mungkin mengikuti program pendidikan dan pengajaran di pesantren, mengisi kembali kefakuman pembelajaran/pengetahuan selama libur Ramadhan/Iedul Fitri 1434 H.
Selanjutnya, sesuai apel pagi guru dan santri bergegas menuju kelas masing-masing untuk berhalal bi halal dengan wali kelas dan menertibkan/merapikan ruang belajar agar lebih kondusif dan nyaman.
Dengan diawali ceremonial halal bi halal dari Pengasuhan dan Pimpinan Pesantren di Masjid Pusaka dan di lapangan futsal melalui apel pagi oleh Biro Pendidikan, menandakan dimulainya aktifitas pesantren oleh seluruh warga pesantren “one hundred persen.”
Akhirnya saya kutip sedikit sabda Rasul SAW. “Siapa yang berjihad dengan tanganya, maka dia Mukmin. Siapa yang berjihad dengan lisannya, dia seorang Mukmin. Dan siapa yang berjihad dengan hatinya, dia Mukmin.” [Mr. Song]