Coffe Break Bersama Ketua Yayasan

Wardan [30/08/2013]. Sebelum pelaksanaan Pembukaan Perkuliahan Sekolah Tinggi Islam Darunnajah (STAIDA) di Aula Kampus 3 Pesantren Darunnajah Cipining, hari ini, Jumat, 30 Agustus 2013, Dewan Nadzir Darunnajah, Ketua Yayasan Darunnajah, Ketua STAI Darunnajah Jakarta beserta staff, Kepala Biro Pendidikan Darunnajah Cipining, Kepala HCD Darunnajah Cipining dan Sekretaris Pesantren adakan perbincangan di Sekretariat Pesantren.
Dalam bincang-bincang ringan tersebut, Ketua Yayasan Darunnajah, KH. Saefuddin Arief, SH., MH. kembali sampaikan pentingnya refitalisasi pesantren di segala aspeknya, termasuk di dalamnya adalah mengembalikan STAIDA kepada fungsi Awalnya.
Bahwa didirikannya perguruan tinggi dimaksud untuk mencetak guru-guru profesional, bisa mengajar dan mendidik di Pesantren Darunnajah Group khususnya dan ummat pada umumnya.
Maka alumnus-alumnus STAIDA bisa memperkuat posisi pesantren, sehingga yang belajar dan mengenyam pendidikan di dalamnya diharapkan kembali bertugas dan memanfaatkan ilmu di almamaternya.
Sebagai informasi, beliau sampaikan, bahwa Darunnajah pada tahun ini saja masih kurang tenaga pendidik dan pengajar (yang memahami dan mendalami sistem kepesantrenan) kurang lebih 150 orang atau lebih.
Hal ini pulalah mendorong Ketua Yayasan Darunnajah untuk segera mengadakan perkuliahan diselenggarakan di Darunnajah Cipining. Selain faktor sumberdaya alamnya sangat memadahi, juga setahap demi setahap sumberdaya manusianyapun mengikutinya.
Kurikulum dalam pembelajaran disesuaikan dengan yang sudah digariskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama. Namun demikian, karena harapan alumninya seusai belajar diprioritaskan untuk mengajar pesantren, maka sikap dan fanatisme kepesantrenan dipertegaas.
Pertegasan dimaksud adalah menambah keilmuan kepesantrenan, disesuaikan pula kurikulumnya yang dibahas dan disampaikan di pesantren.
Mengapa STAIDA didirikan di Cipining, salah satu alasannya adalah lingkungan sangat kondusif, sedang bagus, jauh dari kebisingan.
Kendala atau faktor jarak tempuh dari Jakarta, bukan soal atau permasalahan serius, mudah diatasi dengan sistem jemput dosen dan didirikan rumah dosen.
Jadi dosen pengajar bukan persoalan pelik, bisa antar dan jemput, serta ditempatkan di ruang khusus sebagai tempat peristirhatan.
Selain KH. Saefuddin Arief, KH. Jamhari Abdul Jalal, selaku Ketua Dewan Nadzir dan juga Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining urun rembug demi kemajuan perguruan tinggi kebanggaan Darunnajah.
Kira-kira pukul 09.35 WIB. Beliau tegaskan, untuk melengkapi keberkahan di usia 40 tahun Darunnajah Jakarta, maka diwujudkan pendirian perguruan tinggi di Darunnajah Cipining yang sudah lama diidam-idamkan dan dicita-citakan.
Beliau juga utarakan, mengajak ketua yayasan, mari dengan semangat juang dan tempur yang tinggi, jangan sampai menghadap Allah, sebelum STAIDA berkibar di Pesantren Darunnajah Group.
Dari segi sumberdaya alam tidak ada kesulitan yang berarti, sementara disisi sumberdaya manusia, bisa dibackup dari pusat, lambat-laun perbenahan dan peeluasan kualitas sumberdaya manusia dipupuk secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
Memang berat untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan berkualitas, tetapi di dunia tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa terwujud, asal ada kemauan, semangat, kerja keras, penuh perjuangan, menetapi kesabaran dan yang terpenting adalah semangat dengan ruh keikhlasan.
Beliau beri masukan, dari aspek kurikulum seharusnya dimasukkan nilai-nilai kepesantrenan, yang bisa mendukung terhadap perkembangan dan kemajuan lembaga-lembaga di bawah naungan Yayasan Darunnajah.
Beliau optimis, sebab Dewan Nadzir menangkap sinyal kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Darunnajah.
Untuk menambah percepatan perkembangan pendidikan tinggi, maka sistem pengelolaannya agar diperbaiki, metode pengajaran tidak monoton menggunakan cara-cara lama, tetapi tambah dan perbanyak dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada dan berkembang.
Sumberdaya manusia pemanfaatan teknologi sudah ada, alat komunikasi dan jaringan internet tersedia, penambahan-penambahan kebutuhan bisa diusahakan, tinggal kemauan saja yang harus digenjot.
Harapan beliau dengan berdirinya STAIDA, guru-guru tidak lagi disuplay dari luar pesantren, tetapi produknya sudah tersedia melalui lembaga ini.
Alumninya sudah memahami betul karakteristik pendidikan yang diharapkan nadzir, yayasan, pimpinan-pimpinan pesantren dan tentunya para pendiri.
Ke depannya, tidak hanya sebatas sekolah tinggi saja, melainkan harus bisa mendirikan universitas. Tidak sekedar meluluskan strata satu, tetapi bisa melahirkan doktor-doktor dari dunia pesantren.
Perlu ada perbaikan dan pembenahan sistem secara periodik, satu tahun sekali permasalahan yang ada dicarikan solusinya, dievaluasi, diperbaiki dan dioptimalkan ke depannya.
Pada pertemuan tersebut, secara resmi dihadapan sepuluh orang yang hadir, Pak Kiyai Jamhari Abdul Jalal, menunjuk KH. Musthofa Zahir, S.Pd.I., Lc selaku HCD Darunnajah Cipining sebagai ketua pelaksana harian di STAI Darunnajah Cipining.
Yang bersangkutan diberikan hak sepenuhnya untuk mengelola dan mengembangkannya. Perlu pembelajaran dan mengadakan studi-studi terhadap sekolah-sekolah tinggi yang sukses. [Mr. Song]