Akhir Sya’ban nan membahagiakan. Ahad pagi, 27 Sya’ban 1444 H/ 19 Maret 2023 Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor kembali menyelenggarakan Wisuda Tahfiz Al Qur’an ke-7 bagi santri kanak-kanak yang lebih dikenal sebagai Santri Cilik (Sanlik).

Berlokasi di auditorium kampus satu, rangkaian acara diawali dan disemarakkan aneka kreasi seni para santri cilik, antara lain: Marawis tunjukkan sanlik yang taktis, Tari Saman nan penuh kekompakan, Nasyid penggugah ghirah laksana mentari terbit, Drama Doa Harian yang gambarkan kehidupan dengan nuansa Islam, Pidato 3 Bahasa (Indonesia, Arab, English) tampilkan indahnya seni retorika, Puisi mengasah kehalusan hati dalam pilihan diksi, dan Hadrah nan ramai meriah.

Puluhan para wali santri yang datang dari Jabodetabek tampak antusias menyaksikan kebolehan putra-putri mereka yang notabene masih siswa-siswi kelas 3-6 MI/SD, tampil di panggung dengan percaya diri alias pede_.


Pukul 08.35 wib sesi acara formal dimulai dengan pembacaan Ummul Furqan, surah Al Fatihah yang dipandu oleh mc (master of ceremony). Diteruskan dengan lantunan Surat Ar Rahman oleh 10 sanlik (5 putra, 5 putri) secara bergantian bilghaib (tanpa melihat mushaf).

Adalah Ustadz Muhammad Abu Shobirin, S.Pd., selaku Kepala Asrama sampaikan sambutan. Antara lain disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada wali santri cilik yang telah berkenan memberikan amanat dengan ‘menitipkan’ putra-putri mereka di pesantren.

Ustadz Sobirin kemudian menjelaskan agenda harian santri cilik berikut pembiasaan dan upaya pendisiplinan dengan secara bertahap sesuai dengan dunia anak-anak. Juga ditegaskan bahwa aneka penampilan sanlik di panggung tadi merupakan hasil dari kegiatan ekstrakurikuler. Termasuk point penting sambutan adalah ihtiar program Tahfiz Al Qur’an dan pembiasaan sholat fardhu dan sunnah. “Alhamdulillah, anak-anak kita di pesantren selalu sholat berjama’ah, bahkan sebelum tidur mereka juga dibiasakan untuk sholat witir. Nah, ini hendaknya menjadi motivasi juga bagi kita agar tidak kalah semangat ibadahnya dengan anak-anak di pesantren!”, pungkas Ustadz Sobirin.
Sebagai penutup sambutan, diumumkan para santri terbaik dalam beberapa katagori kebersihan, kedisiplinan dan ibadah, sebagai inspirasi dan motivasi, berikut nama-nama mereka:

Refell Givan Narafqy, kelas 6 MI.
Nesya Aqila Zahida, kelas 6 MI.
M. Fathir Al Fath, kelas 6 MI.
Shizqueen Putri Hasibuan, kelas 5 MI.
Ergie Djibran, kelas 6 MI.
Yasmin Husnatun Naziira, kelas 5 MI.
Tidak lupa, Ustadz Sobirin memohon doa dari para wali sanlik agar para santri cilik diberi kemudahan dan kelancaran serta kesuksesan dalam berbagai rangkaian kegiatan. “Bapak-bapak, ibu-ibu, kami mohon doa untuk kesuksesan para santri cilik. Mereka ini tidak berhenti, setelah terus-menerus mereka menyiapkan acara hari ini, besok mereka akan langsung mengikuti ujian tengah semester. Semoga dilacarkan semuanya, Aaamiin!”.
Berikutnya, tidak kalah semangat dan energiknya sambutan dari perwakilan wali santri cilik, Bapak KH. Ade Hidayat yang diawali dengan pantun dan senandung Marhaban Ya Ramadhan. Bapak Ade mengucapkan apresiasi luar biasa atas mujahadah segenap civitas pesantren, khususnya jajaran guru-guru sanlik yang terbukti berhasil mendidik dan melatih anak-anak mereka seperti yang sama-sama disaksikan dalam agenda hari ini. “Mewakili para wali santri, kami mengucapkan terimakasih atas kesungguhan para mu’allim, mudarris dan civitas pesantren Darunnajah Cipining dalam mendidik putra-putri kami. Kami hanya bisa menhaturkan jazaakumullaah khairaan. Kami juga mohon dan minta maaf atas segala kekurangan sebagai wali santri!”, ungkap Kiai Ade singkat padat memikat. Tidak hanya sampai di situ, Kiai Ade juga mengajak segenap hadirin melafalkan dengan semangat doa Khatmul Qur’an yang disambut dengan penuh khidmat.

Adapun sambutan Pimpinan Pesantren diwakili oleh Pembina Pesantren, Ustadz Nasihun Sugik, S.E., M.M. “Kami sampaikan salam kepada para wali santri dari Bapak KH. Jamhari Abdul Jalil, Lc., Assalaamu’alikum Warahmatullaahi Wabarakaatu. Mari kita doakan Bapak Kiai, juga Ustadz Drs. Abdul Rasyid dan semua yang sedang sakit agar dikaruniai kesehatan oleh Allah SWT, Al Faatihah!”, ungkap Ustadz Nasihun mengawali sambutan.

Masih dalam sambutannya, Ustadz Nasihun memotivasi para wali santri dan juga para santri. “Bapak-bapak, ibu-ibu, ini anak-anak sudah berada di jalur yang benar, dengan mereka di pesantren maka yang dilakukan adalah senantiasa sholat, baca al qur’an dan aneka kegiatan kebaikan!”. Alumni TMI Darunnajah 2 Cipining ini juga berbagi cerita dan inspirasi betapa menyesalnya para orang tua yang tidak sempat memperhatikan pendidikan agama putra-putri mereka. Sebagaimana juga Ustadz Nasihun berharap agar program Tahfiz Al Qur’an di santri cilik terus ditingkatkan. “Kalau hari ini baru diwisuda juz 29, juz 30 dan surat-surat pilihan maka semoga kedepannya bisa meningkat ke belasan hingga 30 juz ya!”, serunya yang dijawab Aaamiiin oleh para sanlik dengan full fighting spirit.
Setelah usai sesi sambutan. Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda tahfiz al Qur’an untuk 40 santri cilik yang dipandu oleh Ustadz Arif Sholehuddin, Wakil Kepala Asrama Sanlik juga Wakil Kepala MI Darunnajah. Adapun prosesi pemberian piagam hafalan dilakukan oleh Pengawas Pesantren, Ustadz Atijan Yani, S.Pd.I., Pembina Pesantren, Ustadz Nasihun Sugik, S.E., M.M., Direktur Pengasuhan Santri, Ustadz Sholehuddin Hidayat, S.Pd.I., dan Kepala MI Darunnajah, Ustadz Hari Wijaya, M.Si.


Sesi paling ‘menegangkan’ dan mengharukan adalah ketika para santri dites hafalannya secara langsung sebagian wali santri. Ketika para santri dapat melanjutkan dan sambung ayat dengan lancar dan benar, tak terasa air mata kebahagiaan dan keharuan keluar dengan serta merta tanpa drama. Alhamdulillahilladzii bini’matihi tatimmush shaalihaaat. Allahummarhamnaa bilqur’aaan. Aaamiiin.


Tidak selesai di sini saja. Ternyata, ketika para santri cilik secara bersama-sama menyayikan koor lagu ungkapan terimakasih untuk para guru dan cinta abi-uminya, serta merta keharuan kembali memenuhi dada. Terlebih lagi, ketika para santri cilik menghampiri orang tua atau wali mereka, menyerahkan simbolis mahkota diiringi narasi mengharu biru dari Ustadz Imam Gozali. Ya Rabb, tulisan ini digoreskan dengan iringan air mata kebahagiaan dan keharuan yang tiada mampu terlukiskan sepenuhnya dengan kata-kata. (Wardan/ Mr. MiM).