[Cerita dari Syiria] Hubzun Asmar dan Sawurma

Assalamualaikum…
Sebelumnya saya dan ust Muchtar mengucapkan terima kasih kepada ustadz/ah yg telah mendoakan kami sehingga kami bisa menginjakkan kaki di Aleppo Syria, kota kuno yang telah menjadi perebutan berbagai kerajaan dari Romawi, Islam, Mongol, sampai terakhir kerajaan Turki Utsmani sebelum masuk ke wilayah Syria sekitar tahun 1944.. di sini udara dingin walaupun matahari terang.. adapun untuk makan, kami hampir tidak menemukan nasi, sekali kita bertemu nasi di “math’am” Hadramaut di pusat kota Aleppo, nasinya jumbo, tidak seperti nasi di Indonesia… setiap hari kita makan hubzun asmar semacam roti bulat ditambah selai dan digulung.. atau kami makan sawurma (makanan khas Syria) yang tidak kami cicipi di Indonesia… untung masih ada إندومي yang tidak lain adalah ‘indomie’ made in Saudi yg dapat lisensi dr Indofood..
Adapun tentang bisikan yg dterima sebelum berangkat bahwa orang Syria itu cantik-cantik.. ternyata TIDAK BENAR.. setelah diteliti ternyata yang cantik cuma satu…. dan yang lainya hanya MIRIP saja (hehe,,,) begitupun dengan laki2nya.. banyak yang seperti artis.. jadi bagi siapa yang mau pesen, silahkan kirimkan karung goni.. buat ngebungkus… hehe..
Sekian kabar dari Syria..
Wassalamualaikum…

Laporan dari Aleppo, Syiria
oleh : Akhmad Muammar, S.H.I