Wakarimashitaka? (There was a guest from Japan)
(13/03/08), Kamis, Darunnajah kedatangan seorang peneliti. Bisa dibilang ahli antropologi dari Jepang. Namanya Prof. Kazuki Kurita, D.Sc, asli wong Tokyo. Meski sudah lama sekali keliling berbagai Negara. Beliau mengunjungi pondok kita dalam rangka penelitian sistem pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren sebagai peninggalan warisan budaya Indonesia yang islami telah menarik perhatiannya untuk menemukan perbedaan Islam di Indonesia dan Negara-negara lain terutama Negara Timur Tengah.
Beliau berbicara dengan bahasa Inggris yang baik meski logat khas Jepangnya masih kental. Saya sedikit kesulitan memahami cara bicaranya yang terlalu cepat; apalagi sewaktu beliau mulai berbicara panjang lebar dengan Bahasa Jepang! Kalau sudah bicara begitu saya hanya berusaha keras menangkap maknannya mati-matian lalu diam.
“Wakarimashitaka?”, tanyanya dengan senyum, artinya ,sudahkah anda mengerti?”
Saya Cuma bisa nyengir dan berkata campur aduk, “Sumimasen ga mou ichidou kudasai, but in English…”, ujar saya yang membuat senyumnya melebar.
Ternyata orang Jepang itu suka sekali tersenyum kalau berbicara. Tsugoi! (cool!)
“Baiklah, saya cuma mau tanya, berapa persen orang Indonesia yang bisa berbahasa Jepang?”, tanyanya.
Saya jawab sudah lumayan banyak kok! Kami sadar hubungan bilateral yang baik dengan Jepang itu penting di masa depan. Dia mengangguk-angguk setuju, dan berbicara lagi dengan Nihonggo! (bahasa Jepang. “Wakarimashitaka?” tanyanya lagi.
“Wakarimashita but a little. Watashi wa Nihonggo o hanasu koto dekimasu only a little bit!,” jawab saya.
Wueh! Dia ngomong cepat sekali!
“Tidak apa-apa, saya tidak keberatan. Rasanya saya sudah lama tidak bicara bahasa Jepang karena saya sudah lama berada di Tanzania,” jawabnya. OW! Nostalgia, nih??
Kemudian kami terus mengobrol selama kurang lebih 30 menit.. Banyak sekali yang kami obrolkan! Dari ngomongin perbedaan ejaan Kanji sampai sushi, dari masjid Kobe hingga Naruto!Yang aneh adalah; mengapa-dia-tertawa-keras-begitu-ditanya-soal-apakah-anda-memiliki-keluarga-?.
Dia tidak menjawab. Dia hanya bilang bahwa dia adalah seorang peneliti.Baik Nihon-jin (orang Jepang) maupun peneliti sama-sama sosok yang sulit dipahami, rupanya. >_<. Haik, wakarimashita!!!