Pernah terdetik di dalam pikiran saya untuk mencari jawaban dari sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan kepada saya sewaktu mengikuti lomba mengarang berbahasa Arab dan mempresentasikannya di PPPG bahasa tentang keterlambatan umat Islam.
Akhirnya saya berkonsultasi dengan seorang teman dan ia mengajak saya untuk memastikan jawaban yang diinginkan dengan menanyakannya kepada Syaikh Sya'ban yang pada waktu itu beliau sedang beristirahat di laboratorium bahasa Arab.
Ada pun beliau menjelaskan bahwa umat Islam bukan lah termasuk yang terlambat atau pun ketinggalan zaman seperti yang dituduhkan sebagian orang. Penyebab dari keluarnya pendapat bahwa umat Islam termasuk umat yang tertinggal adalah perpecahan di antara orang-orang muslim, jauhnya mereka dari Allah SWT, dan tidak menganalkan Al-Qur'an dan Hadist. Apabila umat Islam meninggalkan perkara di atas dan melakukan sebaliknya ,yaitu menjalin persatuan sesama muslim, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mengamalakan Al-Qur'an dan Hadist di samping itu juga mengambil pengetahuan-pengetahuan dari zaman modern maka umat Islam akan menjadi seperti yang difirmankan Allah SWT: "kuntum khaira ummatin ukhrijat linnaasi ta'muruuna bil ma'ruufi wa tanhauna anil munkar".
Umat Islam tidaklah salah jika mengikuti perkembangan zaman walau pun semua itu datang dari orang-orang selain muslim. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar mempelajari bahasa asing sehingga bisa mengamankan dirinya. Kita mengambil semua pengetahuan dari barat seperti teknologi. Itu sangat dibutuhkan selama tidak menyimpang dari ajaran agama dan tidak merusak akhlaq umat.