Darunnajah merupakan salah satu Pondok Pesantren ternama dan terbesar di Jakarta. Namanya telah melambung tinggi dan diakui, baik dari dalam maupun luar negeri. Berdiri di tengah sebuah ibukota negara, Darunnajah tetap kokoh berdiri di tengah maraknya perkembangan modernisasi dan kemajuan teknologi sebagai sebuah lembaga pendidikan yang tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsipnya.
Tak tanggung-tanggung, Darunnajah kini bahkan memiliki lebih dari 2000 santri yang terdiri dari para santriwan dan santriwati di kawasan pesantren yang luasnya mencapai 5 hektar ini. Hal ini tidak lain merupakan hasil kerja keras dari sang pendiri dan pimpinan Drs. K.H. Mahrus Amin yang telah memimpin Darunnajah sejak beliau berumur 21 tahun.
Tidak sedikit dari para santriwan dan santriwati berasal dari berbagai macam pulau yang jaraknya terbentang ratusan kilometer dari pesantren Darunnajah itu sendiri. Beberapa dari santiwan dan santriwati bahkan ada yang berasal dari luar negeri. Walau begitu tak jarang dari mereka memiliki kerabat maupun sanak saudara di Jakarta yang dapat mengunjungi mereka sewaktu-waktu.
Hari Ahad adalah hari terpadat di Darunnajah. Hari dimana kebanyakan dari santriwan dan santriwati mendapat kunjungan dari para orang tua, sanak saudara ataupun kerabat mereka. Pada hari ini seluruh tempat kosong di Darunnajah mendadak berubah menjadi tempat parkir mobil maupun motor bagi para wali santri. Bahkan menurut CCTV yang terpasang di seluruh sudut pondok Darunnajah, tercatat kurang lebih lima ribu kendaraan motor dan mobil keluar-masuk pondok pesantren Darunnajah setiap harinya. [Darunnajah News Petik pi 14/15]