[Celoteh Santri] Shalat Tarawih di Darunnajah

[Celoteh Santri] Shalat Tarawih di Darunnajah
Oleh: Akbar Nurwahyu

    Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Sudah tak terasa kita semua melaksanakan ibadah Allah yang wajib yaitu, Puasa di bulan Ramadhan. Tapi bagaimana rasanya kalau berpuasa di Darunnajah??? Menurut saya, dibawa santainya saja dan jangan dibawa beratnya, karena kalau dibawa beratnya, akan mempersulit kita untuk berpuasa dan terus-menerus dibawa bebannya saja. Tadi malam, Alhamdulillah Darunnajah sudah melaksanakan tarawihnya yang pertama kali di tahun 1428 H sekarang. Imam yang dipimpin oleh Ust. H. Tobri Toha dan Ust. Taufiqurrahman, dan juga khatib yang dibawakan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Drs. KH. Mahrus Amien. Inti dari ceramah yang dibawakan oleh ust. Mahrus adalah shalat tarawih di darunnajah itu menirukan shalat tarawih di Masjidil Haram yang dilakukan 20 rakaat dan 3 rakaat shalat witir. Ini merupakan shalat tarawih yang sudah lama dikerjakan pada tahun-tahun yang lalu. Dan juga shalat tarawih ini akan menghabiskan 1 juz setiap 20 rakaat dan ini akan berlangsung hingga akhir Ramadhan. Dan setelah tanggal 20 Ramadhan akan dilaksanakan shalat witir yang dikerjakan pada waktu 01.30 dan itu juga dikerjakan oleh para santri kelas 6 yang Insya Allah shalat tersebut berdurasikan 2 jam lebih. Mengapa bias 2 jam lebih? Karena dalam shalat witir nanti akan dibacakan 3 juz setiap witirnya. Subhanallah.

    Ust.Mahrus juga menyampaikan agar shalat tarawih kita lancar semua, jangan ada yang meninggalkan area masjid selama shalat tarawih dilaksanakan. Tapi ketika setelah mengerjakan shalat witir dan Ust. Mahrus sedang berceramah di mimbar, tiba-tiba masjid yang ditempati sekitar 1000 orang mati lampu seketika. Ini menyebabkan para santri terkejut dan kaget. Tapi setelah 3 menit-an, lampu sudah mulai menyala. Ust. Mahrus mulai berceramah dihadapan jamaahnya. Tapi setelah para santri keluar dari area masjid, tiba-tiba mati lampu lagi. Sehingga para santri menunggu di luar area rayon. Ada juga yang langsung menuju rayonnya untuk mengambil senter agar dapat mengganti bajunya. Sebelum saya menutup artikel ini saya mengucapkan:

            “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”