[Celoteh Santri] Sedia Payung Sebelum Hujan

[Celoteh Santri] Sedia Payung Sebelum Hujan
oleh Imam Khairunnas
Santriwan kelas IV TMI Darunnajah

Hujan merupakan satu bentuk presipitasi, atau turunan cairan dari angkasa, seperti salju, hujan es, embun dan kabut. Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi, sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering, sejenis presipitasi yang dikenali sebagai virga.

Dan sekarang ini di Indonesia sedang mengalami musim hujan, yaitu pada bulan Oktober-Maret. Oleh karena itu, untuk para santri Darunnajah mau tidak mau harus siap-siap basah, karena hujan tersebut bisa datang kapan saja, bisa saja ketika pulang sekolah (siang hari), sore hari, atau bisa juga malam hari. Jadi untuk para santri satu kata yang saya ucapkan "Sedia Payung Sebelum Hujan", "Man 'Arafa Bu'das Safari Ista'adda", itulah mahfudzhat kelas 1 yang dahulu pernah saya pelajari. Terus saran saya, kalau bisa jangan ada yang bermain hujan-hujanan karena bisa membawa penyakit, yaitu penyakit meriang alias demam.

Musim hujan adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Secara teknis meteorologi, musim hujan dianggap mulai terjadi apabila curah hujan dalam tiga dasarian berturut-turut telah melebihi 100mm per meter persegi per dasarian dan berlanjut terus. Apabila hal ini belum terpenuhi namun curah hujan telah tinggi kondisinya dianggap sebagai peralihan musim (pancaroba).
Di daerah tropis musim hujan bergantian dengan musim kemarau (musim kering) dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari tahunan. Pergerakan matahari mengubah peta suhu udara dan permukaan tanah dan samudera. Pada gilirannya perbedaan suhu akan mengubah konsentrasi uap air di udara. Biasanya musim hujan terjadi pada bagian bumi yang tengah mengalami posisi zenith peredaran semu matahari.

Hujan bisa berakibat baik, juga bisa berakibat buruk, contohnya yaitu membantu pengairan dalam pertanian, dan akibat buruknya adalah banjir. Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.

Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Banjir semacam ini disebut banjir bandang.

Dan terakhir, marilah kita syukuri hujan sebagai salah satu nikmat dari bermilyar-milyar nikmat, bahkan kita semua tidak akan bisa menghitung nikmat-Nya. Dan kita juga harus menjaga lingkungan kita, agar hujan yang sebenarnya membawa banyak manfaat untuk kita tidak akan memberikan malapetaka berupa air bah kepada kita semua.

-Definisi diambil dari Ensiklopedia Wikipedia-