Acara yang dimulai pukuk 16.30 ini sempat mengalami beberapa kendala yang lumayan besar. Kenapa??? Kendala pada acara ini adalah Surat LPJ ( Laporan Pertanggung Jawaban ). Pasa saat pera pinitia ingin meminta tanda tangan ust. Moh. Dahlan, S.Ag beliau menolaknya dengan sebuah kalimat yang sangat jelas “ ustadz tidak mau menanda tangani surat itu jika surat itu belum dikoreksi oleh Pembimbing OSDN dan WaKa. Biro Pengasuhan Santri Putra. ” sejenak kami pun merasa putus asa. Karena surat tersebut harus dibacakan pada sore hari ini juga. Sedangkan tanda tangan belum satupun yang ditanda tangani, karena harus mengulang dari awal. Dan undangan telah tersebar ke tangan para tamu yang akan diundang. Dengan semangat 75% kami meminta tanda tangan dari tangan ke tangan yang lain. Tepat 20 menit sebelum berkumandangnya adzan shalat Ashar semua tanda tangan telah tergores di atas kop surat yang berukuran legal. Dengan lafadz “ Al-Hamdulillah ” kami merasa sangat lega dan plong.
Acara demi acara pun telah berganti. Dan tibalah beban yang sangat berat itu memikul pundak kami. Kalimat syahadat bergema di dalam masjid Jami’ Darunnajah pertanda sumpah telah terucap dari mulut kami, dan kami pun harus siap memikul amanah dan tanggung jawab yang sangat bersat tersebut. Terkadang terselip rasa bangga karena telah menjadi seorang mudabbir Jam’iyyah. Akan tetapi, banyak sekali beban dan tanggung jawab yang harus kami pikul.
Pada pelantika pengurus Jam’iyyah kali ini terpilihlah 6 nama yang menjadi ketua dan wakil untuk memajukan Jam’iyyah mereka masing-masing. Mereka adalah :
Jam’iyyatul Qurro : 1. Husnul Qari ( Sumatera )
2. Fikri Bagus Zakaria ( Parahyangan )
Jam’iyyah Tahfidzul Qur’an : 1. Abdullah ( Jakarta Selatan )
2. Chairul Hanifi ( Parahyangan )
Jam’iyyatul Mubalighin : 1. Erwin Mahendra ( Jakarta Barat )
2. Ridho Hanan Asrowi ( Tangerang )